0
Thumbs Up
Thumbs Down

Calon Kepala Daerah Perempuan Didorong Mitigasi Politik Uang

Republika Online
Republika Online - Mon, 28 Sep 2020 02:40
Dilihat: 153
Calon Kepala Daerah Perempuan Didorong Mitigasi Politik Uang

JAKARTA -- Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi memperkirakan, politik uang akan banyak terjadi dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 di tengah pandemi Covid-19. Menurut dia, para calon kepala daerah perempuan harus bisa mengantisipasi praktik politik uang. "Ketika tuntutan politik uang meningkat maka saya sarankan politikus perempuan melakukan mitigasi antisipasi," ujar Burhanuddin dalam diskusi daring bertema Perempuan dan Pilkada, Ahad (27/9).

Burhanuddin menyontohkan, calon kepala daerah dapat mendirikan posko-posko antipolitik uang. Mereka juga dapat mengadakan sayembara bagi publik untuk menangkap lawan yang politik uang dengan imbalan hadiah.

Memang setiap calon kepala daerah dilarang melakukan praktik uang dan diatur sanksi tegasnya, tetapi, kenyataannya masih terus terjadi di sejumlah pemilihan. Menurut Burhanuddin, posko mitigasi terhadap penetrasi atau strategi lawan melakukan politik uang juga efektif. "Efektif dalam pengertian kalau pun bapak-ibu tidak melakukan politik uang tapi yang lain juga jangan melakukan politik uang," kata dia.

Ia menyebutkan, potensi politik uang meningkat saat pandemi virus corona ini. Sebab, sebagian masyarakat terpukul karena kondisi wabah Covid-19, sehingga kemungkinan praktik politik akan meningkat tahun ini. Apalagi, lanjut Burhanuddin, praktik politik uang akan menguat saat suatu daerah dengan selisih antarcalon semakin rendah. Semakin rendah vote margin atau selisih calon dengan calon yang lain politik uang makin marak," tutur dia.

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyampaikan, jumlah bakal calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah dalam pilkada serentak 2020 masih jauh dibandingkan jumlah calon laki-laki. Dari 741 pendaftaran pasangan calon yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU), bakal calon perempuan hanya 151 orang.

"Jadi memang jumlahnya masih jauh sekali jika dibandingkan laki-laki yang maju, baik sebagai kepala daerah ataupun sebagai wakil kepala daerah," ujar Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Nur Agustyati, Ahad.

Ia memerinci, dari 151 orang itu, 84 orang (enam persen) di antaranya maju menjadi calon kepala daerah. 67 orang (lima persen) lainnya menjadi wakil kepala daerah.


Berita Terkait
  • Ketidaksesuaian APK Paslon Tangsel Bakal Ditertibkan
  • LIPI: Timses Harus Lebih Kreatif dalam Kampanye Pilkada 2020
  • Gus Mus Ungkap Keresahan terkait Pilkada di Masa Covid-19
Berita Lainnya
  • Calon Kepala Daerah Perempuan Didorong Mitigasi Politik Uang
  • Buku Inspirator Jakarta Dijiplak Saat Proses Pencetakan

Calon Kepala Daerah Perempuan Didorong Mitigasi Politik Uang

Calon Kepala Daerah Perempuan Didorong Mitigasi Politik Uang

Calon Kepala Daerah Perempuan Didorong Mitigasi Politik Uang

Calon Kepala Daerah Perempuan Didorong Mitigasi Politik Uang

Calon Kepala Daerah Perempuan Didorong Mitigasi Politik Uang

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya