0
Thumbs Up
Thumbs Down

Cendekiawan Tariq Ramadan Kembali Hadapi 2 Tuduhan Perkosaan

Republika Online
Republika Online - Sat, 15 Feb 2020 04:20
Dilihat: 28
Cendekiawan Tariq Ramadan Kembali Hadapi 2 Tuduhan Perkosaan

PARIS - Profesor di Universitas Oxford, Tariq Ramadan, dijadwalkan menjalani pemeriksaan di pengadilan pada Kamis (13/2) waktu setempat tentang dua tuduhan pemerkosaan yang dilakukannya. Sebelumnya dia telah mengakui berhubungan seks dengan pendakwanya.

Tapi pria berusia 57 tahun ini awalnya membantah tidur dengan aktivis feminis Henda Ayari (43 tahun), dan seorang wanita cacat berusia 42 tahun bernama Chriselle. Tapi cerita Tariq berubah setelah pertemuan terakhir dengan para hakim ketika ditahan di penjara terbesar di Eropa, Fleury-Merogis pada Oktober 2018. Sekarang Tariq mengatakan bahwa dirinya melakukan hubungan seks suka sama suka yang ingin dirahasiakannya. Dia juga mengatakan bahwa pendakwanya telah dimanipulasi musuh ideologis yang menuduhnya sebagai Islam radikal.

Tariq yang menderita multiple sclerosis dibebaskan setelah sembilan bulan ditahan tanpa diadili. Dia tinggal di pinggiran Kota Paris setelah menyerahkan paspor Swiss dan membayar uang jaminan sebesar 250 ribu pound sterling.

Profesor studi Islam di St Antony's College Oxford ini secara teratur meminta izin untuk kembali ke rumahnya di London, tetapi ditolak. Karena dia dilarang bepergian, bekerja, dan menemui dokter.

"Dilarang melihat anak-anak dan cucu-cucu saya," kata Tariq mengeluh di blog miliknya pekan ini, dilansir dari Dailymail, Jumat (14/2).

Ayari secara terang-terangan menyatakan dirinya diperkosa Tariq di sebuah kamar hotel di Paris pada 2012. Chriselle juga mengatakan hal yang sama bahwa dirinya diperkosa di Lyon, Prancis Timur pada 2009 .

Tariq membantah dirinya melakukan kesalahan tersebut. Sementara pengacaranya menuduh pendakwa Tariq melakukan 272 panggilan telepon ke seorang juru kampanye anti-Tariq sebelum Tariq ditangkap.

Juru kampanye anti-Tariq adalah Caroline Fourest, seorang aktivis Prancis yang menulis sebuah buku kritis berjudul 'Brother Tariq'. Dia meneliti hubungan dekat Tariq dengan Ikhwanul Muslimin atau organisasi Islam yang didirikan di Mesir.

Setelah proses pemeriksaan Tariq. Para hakim akan mempertimbangkan apakah Tariq akan diadili atau tidak.

Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Thailand Temukan Enam Kasus Baru Virus Corona
    • Arena Bermain di IBF 2020 Bisa Tampung 400 Anak

    Cendekiawan Tariq Ramadan Kembali Hadapi 2 Tuduhan Perkosaan

    Cendekiawan Tariq Ramadan Kembali Hadapi 2 Tuduhan Perkosaan

    Cendekiawan Tariq Ramadan Kembali Hadapi 2 Tuduhan Perkosaan

    Cendekiawan Tariq Ramadan Kembali Hadapi 2 Tuduhan Perkosaan

    Cendekiawan Tariq Ramadan Kembali Hadapi 2 Tuduhan Perkosaan

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    telsetNews
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    SeleBuzz
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    Beritakalimantan
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya