0
Thumbs Up
Thumbs Down

Cerita Kivlan Berutang Rp8 M ke Warung Padang se-Jakarta

Republika Online
Republika Online - Wed, 14 Aug 2019 05:12
Dilihat: 25
Cerita Kivlan Berutang Rp8 M ke Warung Padang se-Jakarta

JAKARTA -- Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI Kivlan Zen harus berutang kepada pedagang warung nasi Padang se-DKI Jakarta saat terjadi kerusuhan pada 1998. Peristiwa itu dikisahkan oleh Pengacara Kivlan, Tonin Tachta, di Jakarta, Selasa (13/8), saat dikonfirmasi terkait latar belakang timbulnya gugatan hukum perdata terhadapMenteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.


"Kivlan utang di seluruh warung Padang se-DKI. Dia juga butuh beli mobil bekas dan alat komunikasi. Totalnya habis Rp8 miliar," katanya.

Tonin mengatakan cerita itu berawal saat Kivlan menerima mandat dari Wiranto yang saat itu menjabat sebagai Panglima TNI. Mandat itu berupa permintaan agar Kivlan memimpin Pasukan Pengamanan Masyarakat (PAM) Swakarsa dalam rangka mengamankan sejumlah objek vital di Jakarta dari ancaman kerusuhan.

Kivlan pada masa itu menghimpun kekuatan sekitar 30 ribu personel PAM Swakarsa dari berbagai organisasi masyarakat di wilayah Banten dan sebagian Jawa Barat. Termasuk, masyarakat dari kalangan mahasiswa yang saat itu pro terhadap pemerintahan Soeharto.

"Kivlan pada zaman itu bukan pejabat di TNI AD, hanya pejabat tinggi tanpa jabatan. Dia baru dicopot dari jabatannya bersama Prabowo," kata Tonin.

Pada kurun November 1998, Kivlan dipanggil oleh Wiranto untuk mengelola PAM Swakarsa dengan tujuan mengamankan agenda sidang istimewa BJ Habibie. Tonin menyebut bahwa negara memberikan uang operasional PAM Swakarsa senilai Rp400 juta dan dibagikan kepada masing-masing tim saat berkumpul di Parkir Timur Senayan untuk menggelar apel siaga.

"PAM Swakarsa saat itu harus berhadapan dengan massa liar yang berupaya masuk ke gedung MPR maupun markas kepolisian. Mereka berada di barisan pertama untuk mengamankan objek vital di Jakarta," katanya.

Selama delapan hari bekerja, Kivlan harus menutupi biaya konsumsi anggota PAM Swakarsa berupa pembelian nasi Padang di seluruh warung di Jakarta. "Uang Rp400 juta itu kan modal awal. Untuk makan satu hari tiga kali selama delapan hari kerja, dikali 30 ribu orang (PAM Swakarsa) dari mana uangnya?" kata Tonin.

Karena kekurangan uang, Kivlan terpaksa utang kepada pengusaha nasi Padang di Jakarta. Selain itu, kliennya juga harus menutup biaya pengadaan sejumlah mobil bekas dan alat komunikasi untuk operasional PAM Swakarsa.

"Kivlan utang di seluruh warung Padang se-DKI," katanya.

Sisa dana operasional tersebut, kata Tonin, ditutup melalui peminjaman uang ke sejumlah rekan Kivlan. "Kalau orang Padang kan banyak temannya," ujar Tonin saat ditanya siapa pihak penyandang dana.

Selain meminjam dana, Kivlan juga harus menjual rumah tinggal berikut sejumlah harta lainnya untuk menutup utang ke pengusaha nasi Padang. Pada kisaran 2002, kata Tonin, negara dikabarkan kembali menggelontorkan dana Rp10 miliar yang dia sebut diperuntukkan bagi pendanaan PAM Swakarsa.

"Mungkin Pak Wiranto sudah menyerahkan dana itu, tapi entah melalui pihak yang mana. Nyatanya klien kami sampai sekarang belum menerima uang itu," katanya.

Tonin mengatakan, Kivlan sampai sekarang masih dibelit utang berkisar Rp1,4 miliar atas rangkaian kisah itu. Adapun, sidang perdana gugatan perdata Kivlan terhadap Wiranto akan dilakukan pada Kamis (15/8) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Berita Terkait
  • Jaksa: Terdakwa Kerusuhan 22 Mei Dijanjikan Rp50 Ribu
  • Pengacara Jelaskan Dasar Gugatan Perdata Kivlan ke Wiranto
  • PN Jakbar Gelar Sidang Perdana Kasus Kerusuhan 21-22 Mei
Berita Lainnya
  • Infrastruktur Luar Jawa Minim, Pengembangan Manufaktur Sulit
  • Kapan Anak Boleh Punya Akun Media Sosial Pribadi?

Cerita Kivlan Berutang Rp8 M ke Warung Padang se-Jakarta

Cerita Kivlan Berutang Rp8 M ke Warung Padang se-Jakarta

Cerita Kivlan Berutang Rp8 M ke Warung Padang se-Jakarta

Cerita Kivlan Berutang Rp8 M ke Warung Padang se-Jakarta

Cerita Kivlan Berutang Rp8 M ke Warung Padang se-Jakarta

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya