0
Thumbs Up
Thumbs Down

Cerita WNI di Australia Saling Bantu Selama Pandemi Corona

Antvklik
Antvklik - Mon, 06 Apr 2020 12:58
Dilihat: 31

Pandemi corona atau Covid-19 telah menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan termasuk warga negara Indonesia atau WNI di Australia. Para WNI pun saling bantu selama pandemi corona.

antvklik.com - Meliana Schoonens adalah salah satu WNI yang iba melihat nasib para pemegang visa Work and Holiday Visa (WHV) di Australia Utara. Ini terutama bagi mereka yang kehilangan pekerjaan akibat pembatasan operasional sejumlah tempat.

Sejak pekan lalu, Meliana mengaku telah membagikan 77 kotak makanan yang ia masak sendiri, secara gratis.

"Saya lihat tulisan pemegang WHV di grup Whatsapp yang pusing karena kehilangan pekerjaan. Ini membuat saya berpikir, anak-anak ini waktunya terbatas dan akibat kejadian ini, mereka yang mayoritas casual harus kehilangan pekerjaan," katanya.

"Jadi saya berpikir, apa yang bisa saya lakukan untuk give back (berkontribusi) ke komunitas. Saya tidak punya apa-apa dan yang saya bisa lakukan adalah memasak."

Meliana mengaku sebelum akan membantu mereka yang sedang mengikuti program WHV, ia menanyakan dulu kepada suaminya, karena sempat khawatir.

"Suami saya bilang dia tidak khawatir tentang pengeluaran kami, namun terhadap kondisi saya. Ia takut kalau saya keluar malah saya mengekspos diri dan nantinya saya mungkin terkena virus," kata Meliana.

Ia kemudian mengumumkan niatnya lewat grup Whatsapp yang beranggotakan para pemegang WHV dan beberapa mahasiswa.

"Saya menawarkan makan malam dan minta agar yang butuh dapat memberitahu saya lewat jalur pribadi karena budaya kita kan kadang ada yang malu atau gengsi ya," katanya lagi.

Hampir Kelaparan

Meliana mengaku mendapat banyak tanggapan, seperti ingin daftar atau bahkan ada yang menanyakan apakah ini benar makanan gratis. Ada pula yang mau menyumbang uang.

Seperti ada tiga orang peserta WHV yang menyumbang masing-masing 100 dollar Australia atau setara lebih dari Rp1 juta.

Uang tersebut kemudian ia belanjakan untuk keperluan rumah tangga dari empat orang peserta WHV yang hampir kehabisan bahan makanan.

"Ada empat orang yang semuanya tidak kerja. Saya bilang jangan malu minta pertolongan. Akhirnya mereka kirimkan foto kulkas mereka yang kosong, telur hanya sisa tiga. Dan mereka punya nasi dingin yang diletakkan dalam kulkas," katanya.

"Jadi saya belanjakan groceries (kebutuhan pokok) untuk mereka yang keempatnya adalah orang Indonesia, tidak bekerja dan tidak punya kendaraan," katanya.

Menurut Meliana, diperlukan aksi cepat dalam menolong sesama apalagi di tengah berkurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan di tengah pandemi COVID-19 di Australia.

Bagi Makanan untuk Mahasiswa

Jika Meliana menolong pemegang WHV di Kawasan Australia Utara, David Yunus yang tinggal di Sydney, tergerak membantu mahasiswa internasional dengan cara membelikan makanan.

David yang bekerja di supermarket merasa beruntung karena masih memiliki pekerjaan.

"Awalnya saya ada dua pekerjaan. Salah satu pekerjaan sudah hilang, tapi beruntung masih ada pekerjaan di supermarket. Dan ketika melihat di grup Facebook, banyak yang tidak punya pekerjaan sama sekali," kata David.

"Terus saya melihat semakin ke sini, semakin kasihan. Apalagi saya dulu pernah merasakan bagaimana rasanya harus membayar uang sekolah."

Darwin (kedua dari kanan) bersama mahasiswa lainnya di Sydney Town Hall. Darwin membantu membagikan makanan yang dibayar oleh David untuk mahasiswa internasional. (Foto: Darwin Tjoea)

David kemudian menghubungi Darwin Tjoea, seorang mahasiswa yang kehilangan pekerjaannya sebagai seorang koki, sehingga harus mencari pendapatan baru dengan menjual makanan.

David terpikir bukan hanya membantu Darwin untuk mendapat penghasilan, tapi makannya bisa dibagikan kepada yang membutuhkan.

Darwin yang sudah tidak memiliki pekerjaan dua minggu lamanya mengatakan terbantu dengan inisiatif yang dilakukan oleh David.

Ia bersedia menyumbangkan jasanya untuk membagikan 18 kotak makanan yang dibeli David kepada para mahasiswa di Sydney.

Darwin mengaku masih harus membayar uang sekolah dan sewa rumah di tengah kondisi tanpa pekerjaan.

"Karena ini juga untuk teman-teman dari Indonesia [maupun tidak] yang lagi susah karena masalah ini. Kami masih menunggu bantuan dan berharap kepada pemerintah, jadi sebisanya harus saling membantu," katanya.

Tempat Tinggal untuk Mahasiswa

Di Melbourne, pasangan Lily Kennedy dan Wayne Hancock menawarkan bantuan berupa tempat tinggal dan penyediaan kebutuhan sehari-hari. Kini ada dua orang mahasiswa internasional yang tinggal di rumahnya.

"Salah satu mahasiswa ini adalah teman gereja dan saya dan suami tahu kalau mahasiswa kerjanya tidak fulll time (penuh waktu)," katanya.

Lily mengatakan suaminya teringat dengan mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, tidak punya pekerjaan dan tidak ada saudara di Australia.

Setelah menghubungi seorang teman, Lily pun menemukan seorang mahasiswa Indonesia yang kehilangan pekerjaannya dan memerlukan bantuan mereka.

"Saya berbicara dengan mahasiswa ini, bertanya biaya hidupnya masih mencukupi atau tidak. Dia bilang waktu itu masih cukup, tapi tidak tahu lagi dua minggu ke depan bagaimana," kata Lily.

"Akhirnya suami saya menyuruh mahasiswa tersebut untuk pindah ke rumah. Yang penting kalau cuma makan seadanya kami juga masih cukup."

Lily merasa beruntung karena tidak terkena dampak dari pandemi Covid-19. Ia mengajak mereka yang memiliki kapasitas untuk menolong sesama yang mengalami kesulitan.

"Menurut saya kita perlu saling membantu dan menolong sebisa kita. Tidak harus dengan uang. Kebetulan kami punya tempat di rumah, ya kami menolong dengan cara ini."

Lily Kennedy dan Wayne Hancock bersama dengan seorang mahasiswa internasional yang tinggal bersama mereka.Tularkan Kebaikan

Meliana yang tinggal di Kawasan Australia Utara juga menggambarkan kondisi keluarganya yang masih bisa bertahan di tengah pandemi corona.

Menurutnya, tidak perlu menunggu sampai merasa "berlebih" untuk dapat menolong.

"Harapan saya mudah-mudahan orang-orang tergerak hatinya untuk berbuat dari apa yang mereka punya. Kita tidak harus berlebih. Di saat begini, tidak ada orang yang butuh ceramah, tapi butuh tindakan nyata," katanya.

Guna meluarkan ide berbagi kebaikan, Meliana mengajak Wakil Ketua Indonesia Australia Community Darwin, Dominic Witono untuk melakukan hal yang sama.

"Saya bilang ke Mas Dominic, 'ayo, ini saatnya kita bahu-membahu supaya orang melihat di saat susah. Kita tidak bertanya ras kamu apa, agamamu apa, dan latar belakangmu apa?' tapi kita bisa bersatu," katanya.

Ajakan ini diterima dengan baik oleh Dominic dan juga Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Darwin yang kini menyediakan layanan distribusi bagi bantuan dalam bentuk belanjaan keperluan sehari-hari ataupun donasi.

"Akhirnya kami putuskan yang mau membantu dengan cara memasak akan kami terima dan kami akan berusaha bantu distribusi kepada WHV dan mahasiswa yang terimbas PHK."


ABC Indonesia

Sumber: Antvklik

Cerita WNI di Australia Saling Bantu Selama Pandemi Corona

Cerita WNI di Australia Saling Bantu Selama Pandemi Corona

Cerita WNI di Australia Saling Bantu Selama Pandemi Corona

Cerita WNI di Australia Saling Bantu Selama Pandemi Corona

Cerita WNI di Australia Saling Bantu Selama Pandemi Corona

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya