0
Thumbs Up
Thumbs Down

China Bersiap Hadapi Gelombang Baru Infeksi Covid-19

Republika Online
Republika Online - Sat, 16 Jan 2021 02:18
Dilihat: 86
China Bersiap Hadapi Gelombang Baru Infeksi Covid-19

oleh Fergi Nadira B, Dwina Agustin, Antara, AP

China sepertinya sedang menghadapi gelombang baru infeksi Covid-19 setelah Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) menyatakan, lebih dari 1.000 orang sedang dalam perawatan Covid-19 hingga Jumat (15/1) waktu setempat. Kasus positif Covid-19 di bagian utara negara tersebut kian meningkat setelah beberapa bulan mengalami penurunan jumlah kasus.

Tercatat 1.001 pasien dalam perawatan untuk penyakit dari virus corona tipe baru tersebut. NHC merinci, 26 diantaranya berada dalam kondisi serius, sementara 144 total kasus baru telah dicatat selama 24 jam terakhir.

Provinsi Hebei menyumbang 90 kasus baru, sementara provinsi Heilongjiang lebih jauh ke utara negara melaporkan 43 kasus baru. Sebanyak sembilan kasus didapatkan dari luar negeri, sementara penularan lokal juga terjadi di wilayah selatan Guangxi dan provinsi utara Shaanxi.

Penularan ini menggambarkan kemampuan virus untuk menyebar ke negara berpenduduk 1,4 miliar itu meskipun telah diberlakukan kebijakan karantina, pembatasan perjalanan dan pemantauan elektronik warga. Meskipun tidak ada laporan kekurangan tempat tidur rumah sakit, Hebei telah mulai membangun pusat karantina baru di luar ibu kota provinsi Shijiazhuang untuk mengantisipasi kebutuhan lebih banyak kasus yang mungkin terjadi.

Shijiazhuang juga telah menyumbang sebagian besar kasus di provinsi tersebut sejak tahun baru. Wilayah itu telah ditempatkan di bawah karantina bersama dengan kota Xingtai dan Langfang. Kebijakan lockdown di daerah tersebut merupakan sebuah langkah yang sebagian besar membatasi lebih dari 20 juta orang ke luar rumah mereka selama beberapa hari mendatang.

Secara total, China telah melaporkan 87.988 kasus infeksi Covid-19. Sementara, tercatat 4.635 kematian akibat virus yang berasal dari salah satu kota di China, Wuhan.

Lonjakan kasus di China utara terjadi ketika para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersiap untuk mengumpulkan data tentang asal-usul pandemi. Tim WHO tiba pada Kamis (14/1) di pusat kota Wuhan tempat virus corona pertama kali terdeteksi pada akhir 2019.

Kunjungan tim WHO ini telah disetujui oleh pemerintah Presiden Xi Jinping setelah perselisihan diplomatik berbulan-bulan yang memicu keluhan publik yang tidak biasa oleh kepala WHO. Para peneliti akan dikarantina selama 14 hari dan akan bekerja dengan para ahli China melalui konferensi video saat berada di karantina.

Berita Terkait
  • China Bangun Fasilitas Karantina Baru Covid-19
  • Klaster Keluarga Semakin Banyak, Ini Langkah Dinkes DKI
  • IDI: Sudah 35 Dokter di Jateng Meninggal Akibat Covid
Berita Lainnya
  • OJK Matangkan Rencana Kerja Bank Berdasarkan Modal Inti
  • PPI Lepas Harga Beras Khusus Sesuai Harga Wajar

China Bersiap Hadapi Gelombang Baru Infeksi Covid-19

China Bersiap Hadapi Gelombang Baru Infeksi Covid-19

China Bersiap Hadapi Gelombang Baru Infeksi Covid-19

China Bersiap Hadapi Gelombang Baru Infeksi Covid-19

China Bersiap Hadapi Gelombang Baru Infeksi Covid-19

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya