0
Thumbs Up
Thumbs Down

China Pelajari Batuan Bulan dari Misi Chang'e 5

Republika Online
Republika Online - Sun, 19 Sep 2021 17:03
Dilihat: 87
China Pelajari Batuan Bulan dari Misi Chang'e 5

BEIJING -- Beberapa lembaga sains di China kini sedang mempelajari batuan dari bulan yang dikumpulkan oleh misi Chang'e 5. Penelitian tersebut mencakup evaluasi material tersebut sebagai sumber potensial kekuatan fusi.

Misi Chang'e 5 menghasilkan 1,73 kilogram material bulan ke Bumi pada Desember lalu. Kelompok pertama dari 31 sampel, dengan total 17,4764 gram, termasuk butiran halus, fragmen basal dan gelas. Dilansir dari Space, Ahad (19/9), material ini distribusikan ke 13 institusi China pada Juli setelah putaran pertama aplikasi.

Institut Penelitian Geologi Uranium Beijing sekarang mempelajari sampel 50 miligram batuan bulan untuk mencari isotop yang disebut helium-3. Helium-3 telah dipromosikan sebagai bahan bakar potensial di pembangkit listrik fusi nuklir masa depan.

Meskipun sangat langka di Bumi,helium-3 dianggap lebih melimpah di bulan, dengan isotop yang dikirim ke permukaan bulan yang tidak terlindungi oleh angin matahari, aliran material yang konstan mengalir dari matahari dan melintasi tata surya.

Lembaga ini menggunakan peralatan yang dirancang khusus untuk menentukan kandungan helium, sementara wadah juga akan memanaskan sampel dan menaikkan suhu sampel secara bertahap, hingga mencapai sekitar 1.800 derajat Fahrenheit (1.000 derajat Celcius).

"Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan helium-3 di tanah bulan, parameter ekstraksi helium-3, yang menunjukkan pada suhu berapa kita dapat mengekstrak helium dan bagaimana helium-3 melekat pada bulan. Kami akan melakukan studi sistematis pada aspek-aspek ini," kata Huang Zhixin, seorang peneliti di Departemen Sains dan Teknologi Institut Penelitian Geologi Uranium Beijing, mengatakan kepada CCTV pada akhir Agustus.


Ide penambangan helium-3 bulan untuk energi di Bumi, bagaimanapun, mungkin merupakan prospek yang jauh. Profesor ilmu planet dan astrobiologi di Birkbeck, University of London, Ian Crawford mengatakan kepada Space.com bahwa sejumlah besar investasi dan infrastruktur yang diperlukan untuk penambangan, ekstraksi dan transportasi helium-3 bulan berarti bahwa sumber energi terestrial yang lebih murah dan terbarukan mungkin akan lebih disukai.

Berita Terkait
  • China akan Luncurkan Pesawat Ambil Sampel ke Bulan
  • Robot Chang'e-4 China Sudah Bertahan 500 Hari di Bulan
Berita Lainnya
  • Kemenangan pada Uji Coba Modal Persis Hadapi Liga 2
  • Pemprov Jateng Tindak Lanjuti Perpres Pendanaan Pesantren

China Pelajari Batuan Bulan dari Misi Chang'e 5

China Pelajari Batuan Bulan dari Misi Chang'e 5

China Pelajari Batuan Bulan dari Misi Chang'e 5

China Pelajari Batuan Bulan dari Misi Chang'e 5

China Pelajari Batuan Bulan dari Misi Chang'e 5

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya