0
Thumbs Up
Thumbs Down

China Protes Paus Fransiskus Sebut Muslim Uighur Dizalimi

Republika Online
Republika Online - Wed, 25 Nov 2020 15:39
Dilihat: 41
China Protes Paus Fransiskus Sebut Muslim Uighur Dizalimi

BEIJING - China mengkritik Paus Fransiskus atas bagian dalam buku barunya di mana dia menyinggung soal penderitaan oleh kelompok minoritas Muslim Uighur China.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Zhao Lijian, mengatakan, pernyataan Paus tidak memiliki dasar faktual sama sekali.

"Orang-orang dari semua kelompok etnis menikmati hak penuh untuk bertahan hidup, berkembang, dan kebebasan berkeyakinan beragama," kata Zhao seperti dilansir di laman America Magazine, Rabu (25/11).

Zhao tidak menyebutkan kamp-kamp yang menjadi tempat lebih dari 1 juta orang Uighur dan anggota kelompok minoritas Muslim China lainnya ditahan. Pemerintah Amerika Serikat dan lainnya, bersama dengan kelompok hak asasi manusia, mengatakan fasilitas seperti penjara itu dimaksudkan untuk memisahkan Muslim dari agama dan warisan budaya mereka.

Selain itu juga memaksa mereka untuk menyatakan kesetiaan kepada Partai Komunis yang berkuasa di China dan pemimpinnya, Xi Jinping. China, yang awalnya menyangkal keberadaan fasilitas tersebut, sekarang mengatakan itu adalah pusat untuk memberikan pelatihan kerja dan mencegah terorisme dan ekstremisme agama secara sukarela.

Dalam buku barunya "Let Us Dream", yang akan terbit 1 Desember, Paus mencantumkan "orang Uighur yang malang" di antara contoh kelompok yang dianiaya karena iman mereka.

Paus Fransiskus menulis tentang perlunya melihat dunia dari pinggiran masyarakat lalu ke tempat-tempat dosa dan kesengsaraan, pengucilan dan penderitaan, penyakit, dan kesendirian.

"(Di tempat-tempat penderitaan seperti itu) saya sering memikirkan orang-orang yang teraniaya: Rohingya, Uighur yang malang, Yazidi, apa yang ISIS lakukan kepada mereka benar-benar kejam, atau orang Kristen di Mesir dan Pakistan dibunuh dengan bom yang meledak saat mereka berdoa di gereja," tulis Paus.

Paus telah menolak untuk memanggil China atas tindakan kerasnya terhadap minoritas agama, termasuk Katolik, yang membuat cemas pemerintahan Trump dan kelompok hak asasi manusia. Vatikan bulan lalu memperbarui perjanjian kontroversialnya dengan Beijing tentang pencalonan uskup Katolik.

Paus Fransiskus berhati-hati untuk tidak mengatakan atau melakukan apa pun yang menyinggung pemerintah China tentang masalah itu. China dan Vatikan tidak memiliki hubungan formal sejak Partai Komunis memutuskan hubungan dan menangkap agamawan Katolik segera setelah merebut kekuasaan pada 1949.

Sumber: https://www.americamagazine.org/politics-society/2020/11/24/china-pope-francis-uighur-muslim


Berita Terkait
  • China Kecam Paus Fransiskus karena Komentari Uighur
  • Giliran China Kritik Paus Soal Uighur
  • Paus Fransiskus Keluarkan Sikap Soal Muslim Uighur
Berita Lainnya
  • Edhy Prabowo Ditangkap, Ariza Harap KPK Adil dan Profesional
  • Investigasi Tes Covid-19 Lazio Temukan Satu Perbedaan

China Protes Paus Fransiskus Sebut Muslim Uighur Dizalimi

China Protes Paus Fransiskus Sebut Muslim Uighur Dizalimi

China Protes Paus Fransiskus Sebut Muslim Uighur Dizalimi

China Protes Paus Fransiskus Sebut Muslim Uighur Dizalimi

China Protes Paus Fransiskus Sebut Muslim Uighur Dizalimi

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya