0
Thumbs Up
Thumbs Down

Diduga Bocorkan Data Pengguna, Facebook Didenda Rp 85,5 M

Republika Online
Republika Online - Wed, 25 Nov 2020 20:41
Dilihat: 43
Diduga Bocorkan Data Pengguna, Facebook Didenda Rp 85,5 M

SEOUL -- Korea Selatan pada hari Rabu (25/11) memberikan denda kepada Facebook sebesar 6,7 miliar won (atau sekitar Rp 85,5 miliar) karena bocorkan informasi penggunanya. Facebook diketahui memberikan informasi pribadi pengguna kepada operator lain tanpa persetujuan.

Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Korsel (PIPC), mengatakan bahwa mereka mendenda Facebook berdasarkan hasil penyelidikan. PIPC menemukan bahwa informasi pribadi, dari setidaknya 3,3 juta dari 18 juta pengguna Facebook di Korsel, diberikan kepada operator selain Facebook tanpa sepengetahuan mereka dari Mei 2012 hingga Juni 2018.

"Ini menandai hukuman pertama komisi terhadap Facebook sejak diluncurkan pada Agustus tahun ini," tulis PIPC dilansir di The Korea Herald, Rabu.

PIPC mengatakan bahwa ketika pengguna masuk ke layanan perusahaan lain menggunakan akun Facebook mereka, informasi pribadi teman Facebook mereka juga dibagikan ke penyedia layanan tersebut tanpa persetujuan. Informasi pribadi yang dibagikan termasuk nama pengguna, alamat, tanggal lahir, pengalaman kerja, kota asal, dan status hubungan.

Badan Pengawas Korsel itu mengatakan, jumlah pasti dari informasi yang dibagikan tidak jelas karena Facebook tidak memberikan dokumentasi yang relevan. Namun, informasi tersebut diduga dapat diberikan kepada paling banyak 10 ribu perusahaan lain.

PIPC mengatakan, akan merujuk Facebook Ireland Ltd untuk bertanggung jawab atas operasi Facebook di Korea Selatan dari Mei 2012 hingga Juni 2018. Kasus ini juga dibawa ke penuntutan untuk penyelidikan kriminal.

Direktur Facebook Ireland yang bertanggung jawab atas privasi pengguna akan menghadapi hukuman lima tahun penjara atau denda maksimal 50 juta won (Rp 638 juta) jika terbukti melanggar undang-undang informasi pribadi Korea Selatan yang relevan. PIPC juga menyebutkan, Facebook tidak kooperatif dalam penyelidikannya karena mengirimkan dokumen yang tidak lengkap atau palsu.

Namun, pihak Facebook menyatakan penyesalan atas langkah komisi tersebut. Sebelumnya, pada 2018, Komisi Komunikasi Korea sebagai regulator telekomunikasi Korea Selatan mulai menyelidiki Facebook sebelum menyerahkannya kepada komisi.


"Kami bekerja sama dengan penyelidikan secara keseluruhan. Kami belum meninjau secara cermat ukuran PIPC," kata Facebook dalam sebuah pernyataan.

Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Diduga Bocorkan Data Pengguna, Facebook Didenda Rp 85,5 M
    • BEC Gelar Workshop dan Coaching System Selama 8 Hari

    Diduga Bocorkan Data Pengguna, Facebook Didenda Rp 85,5 M

    Diduga Bocorkan Data Pengguna, Facebook Didenda Rp 85,5 M

    Diduga Bocorkan Data Pengguna, Facebook Didenda Rp 85,5 M

    Diduga Bocorkan Data Pengguna, Facebook Didenda Rp 85,5 M

    Diduga Bocorkan Data Pengguna, Facebook Didenda Rp 85,5 M

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    genpi
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    telsetNews
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    pijar
    SeleBuzz
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    Beritakalimantan
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya