0
Thumbs Up
Thumbs Down

Disdikpora Denpasar Akan Lakukan Pembahasan dengan Pihak Sekolah

Nusabali
Nusabali - Tue, 11 Aug 2020 06:43
Dilihat: 47
Disdikpora Denpasar Akan Lakukan Pembahasan dengan Pihak Sekolah
Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Kurikulum darurat atau dalam kondisi khusus yang disiapkan oleh Kemendikbud merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), I Wayan Gunawan saat dikonfirmasi Senin (10/8) mengatakan, pada kurikulum tersebut dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran. Sehingga, guru dan siswa dapat fokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

Dimana kata dia, siswa tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan, dan pelaksanaan kurikulum berlaku sampai akhir tahun ajaran. "Kita hanya menyesuaikan dengan pusat. Aturan itu turun dari pusat dan kami laksanakan di daerah," jelasnya.

Selain itu, modul belajar PAUD dijalankan dengan prinsip 'Bermain adalah Belajar'. Sekolah pada kondisi khusus dalam proses pembelajaran dapat memilih salah satu kurikulum dari tiga opsi yang ditawarkan yakni tetap mengacu pada Kurikulum Nasional, menggunakan kurikulum darurat, atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Terkait hal ini, kata Gunawan, Denpasar akan tetap mengikuti arahan dari pusat. Dia juga akan segera melakukan pembahasan dengan pihak sekolah. "Denpasar akan ikuti arahan pusat. Akan tetapi kami juga akan segera melakukan pembahasan dengan pihak sekolah," ujarnya.

Sementara itu, untuk proses pembelajaran tatap muka di sekolah sampai saat ini masih dikaji. Mengingat ada beberapa wilayah di Denpasar yang masih zona orange. Selain itu, walaupun sekolah tersebut berada pada zona hijau, akan tetapi ada juga siswa maupun tenaga pendidik yang berasal dari zona orange. "Kami masih sedang mengkaji karena walau lokasi sekolah di zona hijau tapi pendukung yang terdiri guru, tenaga kependidikan, dan siswa tidak sepenuhnya berasal dari daerah zona hijau," kata Gunawan.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai menyatakan, dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, pembelajaran tatap muka baru bisa dilaksanakan jika wilayah tersebut dinyatakan zona hijau, mendapat izin kepala daerah, dan harus ada izin dari orang tua siswa. Sekolah juga harus sudah siap dengan semua protokol kesehatan. "Kalau mau belajar tatap muka, apakah sekolah sudah siap dan memenuhi syarat atau belum. Kalau siap nanti berapa shift dan berapa jam. Kalau dulu dalam satu ruangan berisi 40 siswa, sekarang bergilir berapa orang. Sekarang masih dicari formulanya," imbuh Dewa Rai. *mis
Sumber: Nusabali

Disdikpora Denpasar Akan Lakukan Pembahasan dengan Pihak Sekolah

Disdikpora Denpasar Akan Lakukan Pembahasan dengan Pihak Sekolah

Disdikpora Denpasar Akan Lakukan Pembahasan dengan Pihak Sekolah

Disdikpora Denpasar Akan Lakukan Pembahasan dengan Pihak Sekolah

Disdikpora Denpasar Akan Lakukan Pembahasan dengan Pihak Sekolah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya