0
Thumbs Up
Thumbs Down

Dituding Terbitkan IMB Diam-diam, Ini Sahutan Anies Baswedan

wartaekonomi
wartaekonomi - Fri, 14 Jun 2019 21:00
Dilihat: 57
Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan bahwa semua penghentian pembangunan di lahan reklamasi dan penyegelan dilakukan sesuai prosedur. Setiap proses pengajuan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk semua gedung memang tidak diumumkan.

"Kalau Anda mengajukan permohonan IMB ya akan diproses dan bila permohonannya sesuai dengan ketentuan yang ada, maka diterbitkan IMB. Nama Anda pun tidak kemudian diumumkan dan lain-lain. Jadi, ini bukan diam-diam, tapi memang prosedur administratif biasa," jelas Anies, Jumat (14/6/2019).

Justru, tegas Anies, pihak yang sudah mendapatkan IMB lah yang diharuskan memasang papan nama proyek dan mencantumkan nomor IMB di rumahnya.

Baca Juga: Swasta Bangun di Lahan Reklamasi Tanpa IMB, Gubernur DKI Revisi RDTR

Anies juga menjelaskan bahwa ada sekitar seribu unit rumah yang telah mereka bangun tanpa IMB dan dibangun pada periode 2015-2017 sebelum dirinya bertugas di DKI.

"Jadi, masalah yang kami temui dan harus diselesaikan terkait dengan beberapa fakta pertama ada Pergub 206/2016 tentang PRK, kedua ada lahan kurang dari 5% yang telah dibuat bangunan rumah tinggal dengan berdasar pada Pergub tersebut dan ketiga ada pelanggaran membangun tanpa IMB," jelasnya.

Pergub 206/2016 itulah yang menjadi landasan hukum bagi pengembang untuk membangun. Menurutnya, jika ia mencabut Pergub tersebut agar bangunan rumah kehilangan dasar hukumnya, lalu membongkar bagunan tersebut, maka yang hilang bukan saja bangunannya, tetapi kepastian atas hukum juga akan hilang.

"Bayangkan jika sebuah kegiatan usaha yang telah dikerjakan sesuai dengan peraturan yang berlaku pada saat itu bisa divonis jadi kesalahan, bahkan dikenai sanksi dan dibongkar karena perubahan kebijakan di masa berikutnya," ujarnya.

Bila itu dilakukan masyarakat, khususnya dunia usaha, dikhawatirkan akan kehilangan kepercayaan pada peraturan gubernur dan hukum. Efeknya, Pergub yang dikeluarkan sekarang bisa tidak lagi dipercaya karena pernah ada preseden seperti itu.

Baca Juga: Reklamasi Dihentikan, IMB Diterbitkan? Ini Jawaban Anies

"Suka atau tidak terhadap Pergub 206/2016 ini, faktanya Pergub itu adalah sebuah dasar hukum. Lahan yang terpakai untuk rumah-rumah itu kira-kira hanya sebesar kurang dari 5% dari lahan hasil reklamasi. Adanya bangunan rumah-rumah itu adalah konsekuensi dari menghargai aturan hukum yang berlaku, melaksanakan asas-asas umum pemerintahan yang baik, dan ketaatan pada prinsip good governance," tegas Anies.

Fakta berikutnya, 95% kawasan hasil reklamasi yang masih belum dimanfaatkan akan ditata kembali oleh Pemprov DKI agar sesuai dengan visi, yaitu untuk memberi manfaat sebesar- besarnya pada publik. Misalnya, sekarang sedang dibangun jalur jogging, jalur untuk sepeda, lapangan untuk kegiatan olahraga, termasuk akan dibangun pelabuhan dan lain-lain.

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti


Foto: Hafidz Mubarak A

Sumber: wartaekonomi

Dituding Terbitkan IMB Diam-diam, Ini Sahutan Anies Baswedan

Dituding Terbitkan IMB Diam-diam, Ini Sahutan Anies Baswedan

Dituding Terbitkan IMB Diam-diam, Ini Sahutan Anies Baswedan

Dituding Terbitkan IMB Diam-diam, Ini Sahutan Anies Baswedan

Dituding Terbitkan IMB Diam-diam, Ini Sahutan Anies Baswedan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya