0
Thumbs Up
Thumbs Down

Doni: Disiplin Protokol Kesehatan Harus Komunal dan Kolektif

Republika Online
Republika Online - Wed, 05 May 2021 23:10
Dilihat: 38
Doni: Disiplin Protokol Kesehatan Harus Komunal dan Kolektif

JAKARTA -- Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengimbau kepada seluruh kalangan agar penegakan disiplin protokol kesehatan harus dilakukan secara komunal dan kolektif, terutama menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah. "Ini harus ada upaya bersama dari seluruh pihak, jangan lelah untuk mengingatkan seluruh orang agar terus disiplin. Disiplin ini harus komunal dan kolektif," ujar Doni pada Forum Merdeka Barat 9, di Jakarta, Rabu (5/5).

Doni menegaskan memang tidak ada jaminan orang yang disiplin protokol kesehatan tidak akan terpapar Covid-19. Seperti halnya dirinya yang terpapar virus SARS-CoV-2 saat menangani gempa di Mamuju, Sulawesi Barat. Namun ia mengingatkan transmisi Covid-19 dapat berpotensi terjadi di tempat-tempat keramaian seperti di transportasi umum, terminal bus dan bandara.

Selain itu, sumber penularan tidak hanya dari penularan langsung secara fisik dari manusia ke manusia. Oleh karenanya, membatasi jarak sosial juga membatasi pertemuan-pertemuan orang menurut Doni adalah langkah yang paling efektif untuk terhindarnya Covid-19.

Sayangnya, penerapan protokol kesehatan tersebut dinilai Doni masih belum optimal. Bukan hanya terjadi di Indonesia namun bahkan di banyak negara negara maju masih banyak yang tidak percaya Covid-19.

Doni memaparkan Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, 17 persen dari seluruh penduduk Indonesia, diperkirakan sekitar 40 juta orang tidak percaya Covid-19. Padahal Covid-19 telah membunuh jutaan orang di seluruh dunia, dan banyak warga Indonesia menjadi korban. Bahkan, persentase kematian orang yang terpapar Covid-19 meninggal sekitar 80 persen merupakan pasien dengan usia di atas 47 tahun.

Doni mengatakan dasar hukum penegakan protokol kesehatan serta larangan mudik yang pertama dari aspek global yakni Salus Populi Suprema Lex Esto atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, pembukaan Undang-undang Dasar 1945, dan hukum agama yang mendahulukan yang wajib daripada yang sunnah. Doni mengatakan, silaturahmi liburan dan aktivitas lainnya sifatnya adalah sunnah. Sementara yang wajib adalah menjaga kesehatan dan menjaga keselamatan jiwa.

Karena itu Doni meminta masyarakat bersabar untuk menahan diri tidak mudik. "Sekarang bagaimana kita bekerja keras di sisa waktu kita menjelang Idul Fitri ini. Mari kita semua menyampaikan pesan-pesan yang positif. Covid-19 adalah ancaman yang sangat membahayakan keselamatan kita semua," ujar Doni.


Berita Terkait
  • Doni Monardo 'Sentil' Angka Kematian Covid Sumsel
  • Palestina Ucapkan Terima Kasih ke Rusia Atas Vaksin Sputnik
  • Varian Baru Covid Muncul, Ini Kata Eijkman
Berita Lainnya
  • BTS Rilis Teaser Festival BTS 2021
  • Doni: Disiplin Protokol Kesehatan Harus Komunal dan Kolektif

Doni: Disiplin Protokol Kesehatan Harus Komunal dan Kolektif

Doni: Disiplin Protokol Kesehatan Harus Komunal dan Kolektif

Doni: Disiplin Protokol Kesehatan Harus Komunal dan Kolektif

Doni: Disiplin Protokol Kesehatan Harus Komunal dan Kolektif

Doni: Disiplin Protokol Kesehatan Harus Komunal dan Kolektif

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya