0
Thumbs Up
Thumbs Down

Dua Ibu Guru Meninggal

Nusabali
Nusabali - Thu, 15 Oct 2020 14:26
Dilihat: 36
Dua Ibu Guru Meninggal
AMLAPURA,
Dunia pendidikan di Karangasem berduka. Dua ibu guru, Ni Komang Widyawati SPd, 37, guru SMPN 1 Amlapura dari Banjar Ramia Saba, Desa Pakraman Jasri, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem dan Ni Wayan Putu Supadmi SPd, guru SMAN Bebandem dari Desa/Kecamatan Tembuku, Bangli, mendadak meninggal. Ni Komang Widyawati telah diaben di Setra Desa Adat Jasri, Buda Pon Pujut, Rabu (14/10).

Paman Ni Komang Widyawati, I Komang Suweca yang juga Kasek SMPN 1 Amlapura mengungkapkan, almarhum meninggal karena sakit kanker serviks di RSUP Sanglah Denpasar, Senin (12/10) malam. Ni Komang Widyawati sempat menjalani operasi kanker serviks, namun penyakitnya kumat lagi. Selain sebagai guru bahasa Bali, almarhum dipercaya sebagai Kelian Sekaa Gong Wanita Gratha Jnana SMPN 1 Amlapura, juga aktif di Sekaa Gong Wanita Kumuda Sari di Desa Adat Jasri.

Menurut Komang Suweca, almarhum terakhir ke sekolah pada pertengahan Juni 2020 saat penerimaan siswa baru. Selanjutnya mengajar siswa dari rumah karena belajar daring. Almarhum meninggalkan seorang suami dan dua anak. "Saya kehilangan seorang pendidik yang memiliki dedikasi tinggi untuk memajukan pendidikan dan aktif memimpin sekaa gong. Sekarang saya kesulitan mencari pengganti guru bahasa Bali," ungkap Komang Suweca.

Komang Suweca mengaku terkesan dengan almarhum Ni Komang Widyawati atas caranya mendidik siswa. Almarhum dikenal dekat dengan siswa. Mampu mempersatukan seluruh ibu guru melalui wadah seka gong. Terpisah, Kasek SMAN Bebandem, I Ketut Marta Ariana, juga mengaku kehilangan guru Ni Wayan Putu Supadmi, guru Geografi dan Sosiologi. Ni Wayan Putu Supadmi meninggal pada Minggu (11/10) di salah satu rumah sakit di Bangli. Menurut Ketut Marta Ariana, almarhum meninggal karena menderita sakit infeksi paru.

Almarhum meninggalkan seorang suami dan dua anak perempuan. Upacara makingsan ring gni digelar pada Anggara Paing Pujut, Selasa (13/10). "Almarhum selama ini tidak pernah meninggalkan tugas-tugasnya, dikenal disiplin. Menjalankan tugas meski PP (pergi pulang) dari Desa/Kecamatan Tembuku, Bangli menuju SMAN Bebandem," kata Ketut Marta Ariana. *k16
Sumber: Nusabali

Dua Ibu Guru Meninggal

Dua Ibu Guru Meninggal

Dua Ibu Guru Meninggal

Dua Ibu Guru Meninggal

Dua Ibu Guru Meninggal

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya