0
Thumbs Up
Thumbs Down

Dukung Jokowi, Pengamat Tegas Tolak Politik Identitas Jelang Pilpres 2024

genpi
genpi - Wed, 23 Nov 2022 16:18
Dilihat: 60
Dukung Jokowi, Pengamat Tegas Tolak Politik Identitas Jelang Pilpres 2024

GenPI.co - Stanislaus Riyanta selaku Pengamat Intelijen dan Keamanan Universitas Indonesia (UI) mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menolak politik identitas jelang Pilpres 2024.

Sebelumnya Jokowi pernah menegaskan bahwa politik identitas sangat berbahaya bagi Indonesia menjelang Pilpres 2024.

Hal itu membuat politisasi agama serta SARA sebaiknya dihindari. Sebab, di tengah ketidakpastian situasi ekonomi global sehingga berpotensi dapat menimbulkan bahaya yang besar.

Maka, Stanislaus mendorong supaya para elit parpol dan para calon presiden maupun calon wakil presiden melakukan deklarasi bersama, menyatakan dalam kampanyenya tidak menggunakan politisasi SARA yang berbahaya bagi kehidupan bangsa.

"Saya sepakat kalau misalnya aktor-aktor politik itu nanti berkumpul dan mengakhiri hal-hal yang bersifat negatif, termasuk istilah cebong kampret dan kadrun. Ini akan muncul terus polarisasi dengan stigma negatif, yang bahkan arahnya dehumanisasi, merendahkan martabat manusia," ujar Stanislaus dalam rilis yang diterima GenPI.co, Rabu (23/11).

"Saya rasa perlu diadakan komitmen, deklarasi bersama yang tidak menggunakan istilah-istilah yang mengarah kepada dehumanisasi. Kalau melanggar harus ada sanksi tegas," tambahnya.

Selain deklarasi dan komitmen bersama, Stanislaus juga meminta dibuatkan aturan secara tegas baik itu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun peraturan Undang-Undang yang menyangkut soal politik identitas.

Menurutnya, jika ada yang melanggar peraturan atau masih menggunakan cara-cara kampanye yang menimbulkan perpecahan, harus disanksi secara tegas dengan mendiskualifikasi pencalonannya atau dicabut hak memilih maupun hak untuk dipilih.

"Nanti kalau misalnya ada yang melakukan itu, harus disanksi, tidak boleh tidak. Kalau hanya dilarang tapi tidak ada sanksinya ya orang akan melanggar terus," lanjutnya.

Menurut Stanislaus, politik identitas sejatinya sebuah keniscayaan, tapi yang terpenting menurutnya adalah mereduksi dampak buruk seperti menimbulkan konflik dan merendahkan nilai-nilai kemanusiaan.

"Tapi yang harus direduksi jangan sampai politik identitas berdampak pada konflik massa dan jangan berdampak hingga merendahkan martabat manusia," tegasnya.(*)

Simak video menarik berikut:

Sumber: genpi

Dukung Jokowi, Pengamat Tegas Tolak Politik Identitas Jelang Pilpres 2024

Dukung Jokowi, Pengamat Tegas Tolak Politik Identitas Jelang Pilpres 2024

Dukung Jokowi, Pengamat Tegas Tolak Politik Identitas Jelang Pilpres 2024

Dukung Jokowi, Pengamat Tegas Tolak Politik Identitas Jelang Pilpres 2024

Dukung Jokowi, Pengamat Tegas Tolak Politik Identitas Jelang Pilpres 2024

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya