0
Thumbs Up
Thumbs Down

Efesiensi Kata, Tuntunan Rasulullah untuk Orang yang Beriman

Republika Online
Republika Online - Wed, 05 Aug 2020 23:03
Dilihat: 48
Efesiensi Kata, Tuntunan Rasulullah untuk Orang yang Beriman

Sebuah kata mempunyai arti dan ibarat layaknya senjata tajam. Lewat kata, manusia dapat meneguk penghormatan ataupun kebahagiaan.

Namun sebaliknya, dengan kata pula, manusia dapat terjerembab dalam lubang nista yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Oleh karenanya, sebagai manusia beriman, kita dituntut untuk menjaga kata yang keluar dari mulut kita.

Pepatah mengatakan, 'mulutmu, harimaumu'. Selain menjaga, manusia juga dituntut untuk memanfaatkan kata-katanya, tentu hanya dengan mengeluarkan kalimat yang bermanfaat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

''Sesungguhnya di antara kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat.'' (HR Tirmidzi).

Perkara yang tidak bermanfaat banyak ragamnya, bisa berupa perkataan atau perbuatan yang haram, makruh, atau perkara yang mubah yang kecil manfaatnya. Oleh karena itu, kita dituntut untuk selalu mengucapkan kata-kata yang mengandung manfaat dan menghindarkan diri dari kesalahan.

Jika meragukan, sebaiknya diam. Rasulullah SAW bersabda:

''Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan yang baik-baik atau diam.'' (HR Bukhari).

Di samping dituntut agar selalu berkata-kata yang kaya manfaatnya, Islam juga melarang untuk melakukan perdebatan yang dapat membangkitkan emosi, permusuhan, murka, atau menimbulkan dendam.

Hal fundamental lainnya yang dapat menjerumuskan manusia adalah melakukan percandaan yang kelewat batas. Kendati demikian, bukan berarti Islam melarang bercanda, berhumor, atau menghibur diri. Tetapi, anjuran Islam sebagai agama yang suci adalah jangan menghabiskan keseluruhan waktu hanya untuk bercanda atau membuat orang tertawa.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

''Janganlah kamu memperbanyak tawa, karena sesungguhnya tertawa itu dapat mematikan hati.'' (HR Ibnu Majah).

Dengan berlebihan melakukan tawa, humor, dan sejenisnya, hati kita akan tumpul dan ditakutkan terbuai oleh humorisme semata. Perbuatan-perbuatan tersebut sebaiknya dijauhkan dari kehidupan kita jika ingin menapaki kebahagiaan di akhirat. Pergunakanlah kata-kata untuk suatu yang banyak mandatangkan manfaat serta barakah. Niscaya kita akan terhindar dari kebutaan hati dan hampa pahala


Berita Terkait
  • Kala Rasulullah Diolok-Olok Kafir Quraisy dan Jawaban Allah
  • Teladan Bela Kebenaran Nabi Nuh dan Rasulullah dalam Alquran
  • Belajar Kearifan Rasulullah SAW dari Hikmah Surat As-Syura
Berita Lainnya
  • Torres Sedih Tinggalkan Valencia
  • Efesiensi Kata, Tuntunan Rasulullah untuk Orang yang Beriman

Efesiensi Kata, Tuntunan Rasulullah untuk Orang yang Beriman

Efesiensi Kata, Tuntunan Rasulullah untuk Orang yang Beriman

Efesiensi Kata, Tuntunan Rasulullah untuk Orang yang Beriman

Efesiensi Kata, Tuntunan Rasulullah untuk Orang yang Beriman

Efesiensi Kata, Tuntunan Rasulullah untuk Orang yang Beriman

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya