0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ekspor ke Australia, KKP Jamin Kualitas Produk Perikanan RI

Nusabali
Nusabali - Tue, 06 Dec 2022 10:35
Dilihat: 65
Ekspor ke Australia, KKP Jamin Kualitas Produk Perikanan RI
"Sebenanrnya, ekspor produk perikanan Indonesia tidak ada masalah terkait kualitas dan keamanannya. Namun, produk Indonesia selalu tertunda masuk ke pasar Australia. Menurutnya, hal ini disebabkan karena kebijakan wajib uji histamin," kata Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan KKP Pamuji Lestari dalam keterangan resmi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin.

Pamuji Lestari atau yang akrab disapa Tari mengatakan negara-negara yang sudah ada MRA dengan Australia seperti Thailand dan Vietnam produknya bisa langsung masuk ke pasar Australia karena telah mendapat kepercayaan bahwa produk tersebut lolos uji histamin di negara asal.

Sementara untuk produk Indonesia harus diuji dulu dan memerlukan waktu lima hari untuk menunggu hasil uji, baru setelahnya bisa masuk pasar Australia. Hal ini membuat produk Indonesia kalah saing dengan Vietnam dan Thailand karena sudah tidak segar lagi.

Karenanya, melalui MRA antara BKIPM KKP dengan Department of Agriculture, Fisheries dan Forestry (DAFF), Tari berharap Australia bisa mengakui bahwa laboratorium di Indonesia memiliki kapasitas pengujian histamin dan tidak akan melakukan kebijakan automatic detention di perbatasan untuk menunggu hasil pengujian histamin.

"MRA akan membuka peluang Indonesia meningkatkan ekspor ikan hias dan ikan hidup konsumsi dengan adanya kegiatan joint pre-border surveillance dan twinning lab sehingga mempermudah akses masuk komoditas perikanan hidup ke Australia," kata Tari.

Guna meyakinkan otoritas Australia, Tari menyebut Indonesia memiliki laboratorium yang mampu melakukan uji histamin dengan standar internasional/Uni Eropa. Oleh karena itu Indonesia mengusulkan melalui MRA adanya harmonisasi pengujian laboratorium dan menawarkan kepada pihak Australia pengujian dilakukan di Indonesia, sementara di perbatasan Australia hanya tindakan surveilan.

Bukan hanya itu, Tari juga menunjukkan Indonesia memiliki laboratorium penyakit ikan yang berstandar internasional dan mendapat certificate of completion dan WOAH dalam twinning lab program dengan WOAH Lab Reference untuk penyakit udang WSSV dan IHHNV.

"Indonesia menawarkan kepada Australia adanya harmonisasi sistem manajemen biosekuriti/kesehatan ikan melalui MRA sehingga memungkinkan minimalisasi jumlah sampel yang diuji di border Australia sehingga mempercepat hasil perikanan Indonesia masuk ke pasar Australia," katanya.

Sementara dalam pertemuan sebelumnya, pihak DAFF Australia menyatakan bahwa negaranya dengan Indonesia memiliki hubungan yang baik dan memiliki perhatian yang sama dalam memajukan perdagangan komoditas perikanan kedua negara. Bahkan, Australia juga tertarik untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia terutama dalam hal harmonisasi dan implementasi electronic certificate. *
Sumber: Nusabali

Ekspor ke Australia, KKP Jamin Kualitas Produk Perikanan RI

Ekspor ke Australia, KKP Jamin Kualitas Produk Perikanan RI

Ekspor ke Australia, KKP Jamin Kualitas Produk Perikanan RI

Ekspor ke Australia, KKP Jamin Kualitas Produk Perikanan RI

Ekspor ke Australia, KKP Jamin Kualitas Produk Perikanan RI

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya