0
Thumbs Up
Thumbs Down

Empat Faktor Ini Bikin Rupiah Perkasa, Salah Satunya Penerapan PSBB

wartaekonomi
wartaekonomi - Thu, 09 Apr 2020 21:20
Dilihat: 59
Jakarta

Nilai tukar rupiah akhirnya menjauhi level Rp16.000 per dolar Amerika Serikat (AS), seiring mekanisme pasar yang berjalan semakin baik. Pada perdagangan spot, Kamis (9/4) sore, rupiah bergerak menguat 2,88% ke level Rp15.880 per dolar AS.

Menanggapi hal ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ada empat faktor yang mendukung penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pertama, nilai tukar rupiah saat ini masih undervalued sehingga masih cenderung mengalami penguatan.

Baca Juga: Rupiah Menguat, BI: Alhamdulillah, Ikhtiar Kita Dirahmati Allah, Tuhan yang Mahakuasa

"Pada saat ini level (rupiah) kalau diukur secara fundamental artinya kalau diukur dengan tingkat inflasi, defisit transaksi berjalan, dan perbedaan suku bunga dalam negeri dan luar negeri, itu menunjukkan nilai tukar rupiah masih undervalue artinya masih kecenderungannya menguat," ungkapnya di Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Kedua, keyakinan pasar terhadap langkah-langkah kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah, BI, OJK, dan LPS dalam penanganan Covid-19 dan dampaknya, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun kredit.

Kemudian, kondisi risiko pasar keuangan global berangsur-ansur membaik meskipun masih relatif tinggi. Salah satu indikatornya yaitu indeks volatilitas pasar keuangan AS (Volatility Index/VIX) yang membaik. VIX berada pada level 18,8 sebelum adanya pandemi Covid-19 dan saat terjadi kepanikan di pasar keuangan global sekitar minggu kedua-ketiga Maret 2020 VIX berada pada level tertinggi yaitu 82.

"Namun, dengan langkah-langkah kebijakan baik pelonggaran suku bunga Fed, stimulus di AS dan berbagai negara, VIX berangsur-angsur menurun ke 43,3," tegas Perry.

Terakhir, lanjut Perry, pasar melihat tingkat kenaikan kasus Covid-19 berangsur-angsur menurun didukung oleh langkah-langkah berbagai negara untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19, termasuk di Indonesia.

Penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) yang akan diimplementasikan di DKI Jakarta mulai tanggal 10 April 2020 diprakirakan akan dapat menekan penyebaran pandemi Covid-19.

"Penerapan PSBB yang sudah ditetapkan Bapak Presiden diperkirakan membantu penanganan Covid-19, termasuk juga PSBB yang diumumkan Pak Anies bahwa akan dterapkan besok, ini juga akan mengurangi kecepatan kenaikan Covid-19. Berbagai kondisi ini membawa confidence di pasar," papar Perry.

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum


Foto: Puspa Perwitasari

Sumber: wartaekonomi

Empat Faktor Ini Bikin Rupiah Perkasa, Salah Satunya Penerapan PSBB

Empat Faktor Ini Bikin Rupiah Perkasa, Salah Satunya Penerapan PSBB

Empat Faktor Ini Bikin Rupiah Perkasa, Salah Satunya Penerapan PSBB

Empat Faktor Ini Bikin Rupiah Perkasa, Salah Satunya Penerapan PSBB

Empat Faktor Ini Bikin Rupiah Perkasa, Salah Satunya Penerapan PSBB

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya