0
Thumbs Up
Thumbs Down

Epidemiolog Minta Pintu Masuk dari Singapura Jangan Dibuka

Republika Online
Republika Online - Thu, 28 Oct 2021 19:48
Dilihat: 50
Epidemiolog Minta Pintu Masuk dari Singapura Jangan Dibuka

JAKARTA - Epidemiolog dari Universitas Diponegoro, Ari Udiyono, menilai bila pemerintah bisa menjalankan aturan dengan tegas, transmisi Covid-19 dari Singapura dapat dicegah. Pernyataan ini menanggapi kembali melonjaknya kasus Covid-19 di Singapura.

"Saya rasa dengan kondisi seperti ini (kembali melonjak kasus Covid-19 di Singapura), aturannya (pintu masuk) belum tentu akan dibuka ya, " kata Ari kepada Republika, Kamis (28/10).

Problemnya, lanjut Ari, adalah pintu masuk dari singapura ke Indonesia ada juga yang menggunakan kapal. "Nah apakah perlakukan Keimigrasian dan KKP berjalan dengan ketat juga seperti di bandara. Kalau kita bisa jalankan aturan dengan tegas, Insya Allah transmisi covid dari singapura dapat dicegah, " tutur dia.

Ia tak memungkiri adanya ancaman gelombang ketiga. Namun ,ia meyakini bila masyarakat masih menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, pengendalian virus masih bisa dilakukan.

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Masdalina Pane. Ia mengatakan, bila melihat kondisi Singapura saat ini maka pintu masuk masih harus tetap ditutup."Kalau membaik ya dibuka. Kalau masih terus tinggi ya tutup, " ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan, menghadapi lonjakan kasus di negara tetangga adalah dengan menerapkan kewaspadaan di pintu masuk negara.

"Prinsipnya sama menerapkan kewaspadaan di pintu masuk. dengan penerapan skrining ketat. Mulai dari datang harus divaksin lengkap, tiga hari sebelum datang ada tes PCR yang menyatakan negatif serta karantina 7-14 hari," ujar dia.

Pada Rabu (27/10) kemarin, kasus harian Covid-19 di Singapura mencapai angka lebih dari 5.324 pasien. Dikutip dari The Straits Times, Kementerian Kesehatan Singapura menyebut sebanyak 4.651 kasus baru di masyarakat, 661 kasus di asrama buruh migran, dan 12 kasus impor.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan akibat lonjakan tidak biasa ini, pihaknya terus memantau ketat tingkat keterisian tempat tidur di ICU ini untuk menghindari kewalahan sistem kesehatan.


Berita Terkait
  • Bolehkah WNI ke Singapura? Ini Jawaban Kemenlu
  • Epidemiolog: Pandemi Bisa Muncul 4 Tahun Sekali
  • Singapura Periksa Lonjakan Kasus Covid yang tidak Biasa
Berita Lainnya
  • Satgas Minta Dinkes Awasi Batas Tertinggi Tarif PCR
  • Anies Bangun Taman Literasi di Kawasan Transit Blok M

Epidemiolog Minta Pintu Masuk dari Singapura Jangan Dibuka

Epidemiolog Minta Pintu Masuk dari Singapura Jangan Dibuka

Epidemiolog Minta Pintu Masuk dari Singapura Jangan Dibuka

Epidemiolog Minta Pintu Masuk dari Singapura Jangan Dibuka

Epidemiolog Minta Pintu Masuk dari Singapura Jangan Dibuka

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya