0
Thumbs Up
Thumbs Down

Epidemiolog UI : Tes PCR Penumpang Pesawat Hanya Pemborosan

Republika Online
Republika Online - Sat, 23 Oct 2021 13:28
Dilihat: 91
Epidemiolog UI : Tes PCR Penumpang Pesawat Hanya Pemborosan

JAKARTA--Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif menyarankan agar Pemerintah menarik keputusan wajib tes polymerase chain reaction (PCR) bagi pengguna transportasi udara. Menurutnya, tes antigen saja sudah cukup memadai saat ini.

Syahrizal menyampaikan tes PCR atau tes antigen bagi penumpang pesawat sama-sama sebagai tindakan skrining mencegah penularan Covid-19. Ia menganggap tes PCR bagi penumpang pesawat hanya pemborosan uang karena ada tes antigen.

"Penetapan PCR sebagai syarat administrasi kebijakan publik yang berlebihan dan sangat tidak cost- effective (boros)," kata Syahrizal kepada Republika, Sabtu (23/10).

Syahrizal lantas meminta Pemerintah memberikan bukti tes antigen tak bisa dipakai mendeteksi Covid-19 bagi penumpang pesawat."Kecuali pemerintah punya basis bukti yang menunjukkan bahwa test antigen tidak dapat digunakan sebagai test skrining," lanjut Syahrizal.

Syahrizal menjelaskan tes PCR dan antigen berfungsi sama sebagai alat diagnostik dan konfirmasi diagnostik. Selama ini, ia mengamati Kemenkes sudah memperluas penggunaan tes antigen. Sehingga menurutnya, hasil tes antigen pantas dipercaya.

"Kebijakan kemenkes menggunakan test antigen untuk melakukan konfirmasi kasus Covid-19 di wilayah-wilayah dimana pemeriksaan PCR terbatas sesungguhnya menunjukkan kepercayaan Kemenkes terhadap test Antigen," ujar Syahrizal.

Syahrizal juga menyinggung bila tes antigen kurang dipercaya ketimbang tes PCR harusnya Kemenkes tak memperluas penggunaannya. Oleh karena itu, ia meyakini ada bukti kuat hingga tes antigen terus meluas pemakaiannya.

"Tentu (Kemenkes pakai antigen) setelah mendapat informasi berbasis bukti tentang validatas dan realibilitas antigen dibanding PCR," ucap Ketua PBNU bidang kesehatan itu.

Sebelumnya, Pemerintah mengumumkan tetap mewajibkan tes negatif menggunakan PCR bagi pengguna moda transportasi udara wilayah Jawa-Bali dan non-Jawa-Bali pada PPKM level 3 dan 4. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan penyesuaian kebijakan ini tujuannya sebagai uji coba pelonggaran mobilitas dalam meningkatkan produktivitas masyarakat dengan penuh kehati-hatian.


Berita Terkait
  • Legislator: Kebijakan Wajib PCR Jangan Sampai Diskriminatif
  • Penumpang Pesawat ke Bali Wajib Tes PCR
  • IDI Bantah Dokter Keruk Untung dari Tes PCR
Berita Lainnya
  • Epidemiolog UI : Tes PCR Penumpang Pesawat Hanya Pemborosan
  • Vaksin Covid-19 Nanopartikel Diprediksi Jadi yang Terampuh

Epidemiolog UI : Tes PCR Penumpang Pesawat Hanya Pemborosan

Epidemiolog UI : Tes PCR Penumpang Pesawat Hanya Pemborosan

Epidemiolog UI : Tes PCR Penumpang Pesawat Hanya Pemborosan

Epidemiolog UI : Tes PCR Penumpang Pesawat Hanya Pemborosan

Epidemiolog UI : Tes PCR Penumpang Pesawat Hanya Pemborosan

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya