0
Thumbs Up
Thumbs Down

Epidemiolog Ungkap Cara Cegah Penularan Varian Omicron

Republika Online
Republika Online - Sun, 28 Nov 2021 11:35
Dilihat: 70
Epidemiolog Ungkap Cara Cegah Penularan Varian Omicron

JAKARTA -- Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mendesak peningkatan upaya vaksinasi Covid-19 guna mencegah varian Omicron. Alasannya, varian baru tersebut berpotensi menimbulkan gelombang kasus berikutnya di Tanah Air.

Dicky meminta pemerintah secepatnya mencapai target vaksinasi Covid-19 sebesar 90 persen di akhir tahun 2021. Lalu ia mengimbau masyarakat mengikuti vaksinasi sekaligus menaati protokol kesehatan.

"Sekarang seharusnya sudah di 90 persen, surveilans genomik harus ditingkatkan jelang 2022 ini beserta protokol kesehatan 3T dan 5M. PR-nya adalah bagaimana pemerintah bisa menyadarkan masyarakat yang tidak mau divaksinasi dan masih abai terhadap prokes," kata Dicky dalam keterangan kepada Republika, Sabtu (27/11).

Dicky mendesak Pemerintah dan masyarakat serius menghadapi ancaman Omicron yang berasal dari Afrika Selatan. Pasalnya, Omicron diduga punya kemampuan penularan 500 persen lebih cepat ketimbang varian awal Covid-19 di Wuhan Tiongkok.

"Menjelang libur panjang Nataru, selain meningkatkan level PPKM, yang harus dilaksanakan lebih giat lagi adalah Vaksinasi. Vaksinasi efektif mencegah kematian, tapi belum pada mencegah penularan," ujar Dicky.

Dicky mengakui pemerintah tidak bisa memprediksi secara pasti kapan Omicron akan masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah memperketat pintu masuk Indonesia dari luar negeri, di antaranya memastikan orang yang masuk negatif Covid-19 dari hasil PCR dan semuanya patuh prosedur karantina.

"Ada kombinasi potensi varian super baru dan penurunan imunitas. Sehingga prediksi waktu kejadian tidak mudah atau kompleks," ucap Dicky.

Selain itu, Dicky menyinggung kehadiran Omicron diduga bakal mempersulit kondisi kesehatan masyarakat di 2022. Menurutnya, Omicron akan berkontribusi terhadap sulitnya memastikan data imunitas data surveilans dan serologi.

"Di akhir tahun (2021) setengah penduduk dunia sudah kebal. Tapi ada setengahnya yang masih rawan. Gelombang ketiga di 2022 jauh lebih kompleks dibandingkan gelombang di 2021," tutur Dicky.


Berita Terkait
  • Langkah Satgas Cegah Omicron Masuk Indonesia
  • Varian Omicron Menyebar, Israel Tutup Total Perbatasan
  • Varian Omicron Ditemukan, Sejumlah Negara Bersiap Lockdown
Berita Lainnya
  • Epidemiolog Ungkap Cara Cegah Penularan Varian Omicron
  • Kementan Catat Kontrak Dagang Senilai Rp 208 M di Belanda

Epidemiolog Ungkap Cara Cegah Penularan Varian Omicron

Epidemiolog Ungkap Cara Cegah Penularan Varian Omicron

Epidemiolog Ungkap Cara Cegah Penularan Varian Omicron

Epidemiolog Ungkap Cara Cegah Penularan Varian Omicron

Epidemiolog Ungkap Cara Cegah Penularan Varian Omicron

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya