0
Thumbs Up
Thumbs Down

Era New Normal Dinilai Jadi Momentum Sempurnakan Omnibus Law

Republika Online
Republika Online - Thu, 17 Sep 2020 01:31
Dilihat: 73
Era New Normal Dinilai Jadi Momentum Sempurnakan Omnibus Law

JAKARTA -- Guru Besar FEB Universitas Gajah Mada (UGM) Wihana Kirana Jaya mengatakan, perekonomian Indonesia telah mengalami kontraksi di dua kuartal pertama 2020. Dia menilai, fakta di lapangan saat ini, pandemi Covid-19 belum dapat dikendalikan secara optimal.

Wihana menilai kuartal ketiga 2020 bisa menjadi titik tonggak konsolidasi. Dia mengatakan, hak itu baik dalam pengendalian pandemi maupun pemulihan ekonomi berbasis protokol kesehatan dan regulasi keselamatan lainnya.

Dia menilai, era kenormalan baru atau new normal dinilai menjadi momentum yang pas untuk menyempurnakan Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law. Dia mengatakan, produk hukum itu sudah digagas sebelum pandemi Covid-19 menjangkiti Indonesia.

"Era New Normal menghadirkan momentum yang pas untuk menyempurnakan RUU Cipta Kerja sebagai agenda strategis yang sudah digagas sejak prapandemic menjadi UU," kata Wihana dalam keterangan, Rabu (16/9).

Wihana mengatakan, pemulihan ekonomi pascapandemi membutuhkan aturan-aturan main yang baik, yakni inklusif, konsisten dan berkepastian. Dia melanjutkan, sementara itu permasalahan pelik soal investasi yang dihadapi Indonesia selama ini adalah tumpang tindih regulasi dan birokrasi yang menimbulkan ketidakpastian.

"Karenanya reformasi regulasi melalui Omnibus Law sangatlah penting dan bahkan vital untuk pemulihan ekonomi," kata Wihana.

Sebelumnya, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI tengah berupaya mencari titik temu antara kepentingan pengusaha dan serikat buruh dalam pembahasan RUU Ciptaker. DPR sempat menggelar pertemuan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) setelah mencapai kesepahaman dengan serikat buruh

Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas mengatakan, pertemuan dengan Apindo merupakan jembatan untuk menyamakan kepentingan antara serikat buruh dan pengusaha dalam RUU Cipta Kerja. Dia melanjutkan, keduanya memiliki kepentingan dalam produk hukum tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, pembahasan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja sudah hampir rampung. Hanya saja, ia tidak menyebutkan kapan beleid ini bisa selesai 100 persen. Ketua Umum partai Golkar ini menjelaskan, pembahasan rancangan beleid ini setidaknya tinggal 10 persen.


Berita Terkait
  • UMKM Jangan Hanya di Promosi, Tapi Juga Dimodali
  • Komisi III DPR 'Semprot' Komnas HAM Soal RUU Ciptaker
  • HKHKI: Program JPK dalam Omnibus Law Untungkan Pekerja
Berita Lainnya
  • Era New Normal Dinilai Jadi Momentum Sempurnakan Omnibus Law
  • Donny van de Beek Percaya Masa Depannya Ada di MU

Era New Normal Dinilai Jadi Momentum Sempurnakan Omnibus Law

Era New Normal Dinilai Jadi Momentum Sempurnakan Omnibus Law

Era New Normal Dinilai Jadi Momentum Sempurnakan Omnibus Law

Era New Normal Dinilai Jadi Momentum Sempurnakan Omnibus Law

Era New Normal Dinilai Jadi Momentum Sempurnakan Omnibus Law

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya