0
Thumbs Up
Thumbs Down

Eropa Ikut Berulah, Rupiah Jadi Makin Gegana!

wartaekonomi
wartaekonomi - Thu, 29 Aug 2019 10:07
Dilihat: 19
Jakarta

Sentimen perang dagang AS-China belum sepenuhnya mereda, namun kini pelaku pasar global kembali dihadapkan dengan polemik baru yang berasal dar Eropa, yakni no deal brexit.

Melansir dari BBC, Inggris dikabarkan tengah dalam posisi yang sulit. Bagaimana tidak, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, resmi mengumumkan penangguhan parlemen selama lima pekan, yakni mulai 03/09/2019 hingga 14/10/2019.

Baca Juga: Karena Ulah China, Asing Kabur Lagi dari Pasar Modal Indonesia!

Dengan penangguhan tersebut, kesempatan parlemen untuk menegosiasikan kesepakatan berkenaan dengan wacana keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Pasalnya, jeda waktu antara pembukaan parlemen dengan batas waktu bagi Inggris untuk keluar dari Uni Eropa hanya selama dua setengah minggu.

Dengan waktu dua setengah minggu itu tentu akan sulit bagi parlemen untuk menghentikan Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan alias no deal Brexit.

Baca Juga: No Deal Brexit: Inggris Bisa Miskin....

Asal tahu saja, wacana no deal Brexit ini sudah berjalan dalam waktu yang lama, di mana sentimen tersbeut tidak kalah berpengaruhnya dari perang dagang AS-China terhadap perekonomian global. Polemik yang melanda Negeri Elizabeth itu dapat memengaruhi psikologis pelaku pasar dalam menentukan keputusan investasinya atas aset-aset berisiko berbasis mata uang.

Hal itu pun cukup tergambarkan pada perdagangan jelang akhir pekan ini. Misalnya saja, mata uang Eropa bergerak variatif di hadapan dolar AS pada perdagangan spot Kamis (29/08/2019). Mata uang franc Swiss dan Euro bergerak tertekan di hadapan dolar AS, sedangkan poundsterling menguat tipis.

Baca Juga: Dear AS-China, Belum Puas Ganyang Rupiah? Keok Lagi Nih!

Perlu diketahui, bukan hanya mata uang Eropa yan terkena imbas polemik no deal Brexit, melainkan juga mata uang Asia yang mayoritas tertekan di hadapan dolar AS, termasuk rupiah. Rupiah dibuat gegana alias gelisah galau merana oleh sentimen tersebut.

Kala pembukaan pasar pagi tadi, rupiah terdepresiasi 0,04% ke level Rp14.255 per dolar AS. Depresiasi tersebut beberapa kali berganti posisi menjadi apresiasi dan kemudian kembali lagi menjadi depresiasi, seperti pada pukul 09.57 WIB ini, rupiah terdepresiasi 0,03% ke level Rp14.259 per dolar AS.

Baca Juga: China Bujuk AS Berdamai, Rupiah Pilih Mandek di Rp14.240

Pergerakan rupiah pun terbilang variatif, di mana mata uang Garuda itu terpantau unggul di hadapan dolar Australia (0,07%) dan poundsterling (0,05%), sedangkan di hadapan euro rupiah terkoreksi 0,07%.

Di Asia, rupiah terapresiasi di hadpaan won (0,34%), ringgit (0,33%), baht (0,24%), an dolar Taiwan (0,09%). Sementara itu, di hadapan yen (-0,16%), dolar Hongkong (-0,06%), dan dolar Singapura (-0,03%), rupiah tertekan.

Penulis/Editor: Lestari Ningsih


Foto: Reuters/Toby Melville

Sumber: wartaekonomi

Eropa Ikut Berulah, Rupiah Jadi Makin Gegana!

Eropa Ikut Berulah, Rupiah Jadi Makin Gegana!

Eropa Ikut Berulah, Rupiah Jadi Makin Gegana!

Eropa Ikut Berulah, Rupiah Jadi Makin Gegana!

Eropa Ikut Berulah, Rupiah Jadi Makin Gegana!

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya