0
Thumbs Up
Thumbs Down

Fabrizio Ravanelli, Serigala Putih yang Merasa Ditikam Juventus

Football5star
Football5star - Wed, 22 Sep 2021 09:41
Dilihat: 55

Football5star.com, Indonesia - Fabrizio Ravanelli memiliki tempat tersendiri untuk suporter Juventus. Rambutnya yang berwarna putih, tendangan kaki kirinya yang begitu kuat dan selebrasi gol yang terkadang di luar kendali membuat striker kelahiran Perugia ini bisa disebut sebagai salah satu legenda sepak bola Italia.

Ravanelli lahir di Perugia pada 11 Desember 1968. Pada usia 8 tahun, rambutnya mulai berubah berwarna putih karena faktor genetik. Ya, rambut putih Ravanelli terjadi secara alamiah. Faktor genetik ini sudah turun temurun di keluarga Fabrizio Ravanelli.

Menariknya saat ia beranjak usia 17 tahun, sebuah bank menawarkan dirinya untuk menjadi bintang iklan untuk produk investasi di hari tua. Setahun setelah itu, karier sepak bola Ravanelli dimulai.

Pada musim 1986-87, ia menjalani debutnya di klub Serie C2, Umbrians. Saat itu pelatih Mario Colautti menempatkan Ravanelli sebegai penyerang tengah. Postur tubuh yang menjadi faktor Colautti menempatkan Ravanelli di posisi itu.

Di musim pertamanya, catatan gol Ravanelli terbilang cukup sedikit. Hanya 5 gol dari 26 penampilan. Namun di tahun kedua, torehan golnya melonjak drastis. Ia mencetak 23 gol dari 32 pertandingan.

Singkat cerita setelah sempat bermain di Serie A bersama Reggiana, kemampuan Ravanelli mencuri perhatian Juventus. Padahal saat itu, Ravanelli tak mampu membuat Reggiana bertahan lama di Serie A.

"Suatu hari (Giampiero) Boniperti menelepon saya di rumah. Dia ingin saya di Juve untuk menggantikan Schillaci dan Casiraghi. Tapi masalah muncul, klub malah menyalahkan saya untuk setiap kekalahan. Mereka mengatakan saya hanya memikirkan Juve," ucap Ravanelli seperti dikutip Football5star.com dari La Repubblica, Rabu (22/9/2021).

Fabrizio Ravanelli, Gelar Liga Champions dan Merasa Ditikam

Pada 1992, Ravanelli yang mengaku sudah menjadi fan Juventus sejak kecil akhirnya bisa berseragam hitam putih. Juventus tak banyak mengeluarkan uang untuk dapatkan Ravanelli.

Uang 3 miliar Lire diberikan Juventus kepada Reggiana untuk mendapatkan Ravanelli. Saat itu, transfer Ravanelli terbilang sangat murah dibandingkan dengan nilai yang dikeluarkan klub untuk dapatkan Gianluca Vialli, David Platt, Dino Baggio dan Andreas Mller.

Debut pertamanya di Juventus di mulai pada 6 September 1992 saat melawan Cagliari. Di tahun pertama, Ravanelli mencetak 9 gol dari 33 pertandingan di semua kompetisi.

Saat itu, Rava memang harus bersaing dengan sejumlah striker di lini depan Juve seperti Pierluigi Casiraghi, Gianluca Vialli, Roberto Baggio, hingga Paolo Di Canio.

Di musim kedua, catatan golnya bertambah seiring dengan hengkangnya Pierluigi Casiraghi. Fabrizio Ravanelli mulai mendapat tempat di hati suporter Juventus, meski status cadangan masih melekat pada dirinya.

Saat Marcelo Lippi mulai menjadi pelatih Juventus, angin segar datang untuk karier Rava. Sang pelatih yang kebetulan memiliki kesamaan dalam hal rambut putih ini ternyata lebih suka memainkan tiga pemain di lini depan.

"Idenya, dimulai setelah Dino Baggio dijual. Kami tidak memiliki gelandang terampil yang bermain tepat di belakang striker. Oleh karena itu, tiga striker menjadi solusi terbaik," ucap Ravanelli.

Fabrizio Ravanelli makin diuntungkan saat Roberto Baggio mengalami cedera dan ia menjadi salah satu striker utama di lini depan Si Nyonya Tua.

Musim 1995-96, gelar Liga Champions ia persembahkan untuk Juventus setelah di partai final berhasil menang adu penalti. Sebelumnya di musim 1992-93, ia juga mempersembahkan gelar Piala UEFA.

Sayangnya setelah gelar Liga Champions itu, Fabrizio Ravanelli merasa ditikam oleh pihak Juventus. Ia dilepas ke klub Liga Inggris, Middlesbrough.

"Semuanya terjadi tiba-tiba setelah final. Juventus telah memutuskan untuk melepaskan saya. Saya tidak bisa mempercayainya. Bagi saya itu adalah tikaman. Saya merasa dikhianti. Saya pikir saya menerima lebih sedikit daripada yang saya berikan,"


Di The Boro, Ravanelli mendapat julukan baru dari fan, si Serigala Putih.

Sumber: Football5star

Fabrizio Ravanelli, Serigala Putih yang Merasa Ditikam Juventus

Fabrizio Ravanelli, Serigala Putih yang Merasa Ditikam Juventus

Fabrizio Ravanelli, Serigala Putih yang Merasa Ditikam Juventus

Fabrizio Ravanelli, Serigala Putih yang Merasa Ditikam Juventus

Fabrizio Ravanelli, Serigala Putih yang Merasa Ditikam Juventus

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya