0
Thumbs Up
Thumbs Down

Fenomena Water Spout Muncul di Papua

Republika Online
Republika Online - Sun, 09 May 2021 15:29
Dilihat: 70
Fenomena Water Spout Muncul di Papua

MANOKWARI -- Fenomena alam "water spout" yang terlihat di perairan Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, pada Sabtu (8/5) siang sekira pukul 13.00 WIT menggegerkan warga pesisir Pantai Manokwari. BMKG menyatakan fenomena ini berbahaya bagi nelayan dan kapal.

"Fenomena 'water spout' sangat berbahaya bagi nelayan ataupun kapal penumpang yang melakukan pelayaran bertepatan pada saat terjadi pusaran atau belalai angin itu," kata Kepala BMKG stasiun Rendani Manokwari, Daniel Tandi yang dikonfirmasi, di Manokwari, Ahad (9/5).

Penampakan "water spout" itu sempat diabadikan warga melalui video pendek dan beredar di media sosial. Menurut Daniel Tandi fenomena "water spout" kalau di lautsangat berbahaya bagi nelayan atau kapal penumpang karena bisa menimbulkan gelombang akibat pusaran angin.

"Kalau angin puting beliung kejadiannya di darat dan berbahaya bagi rumah penduduk," katanya.

Dia menjelaskan, fenomena "water spout" sendiri biasanya terbentuk dari sistem awan cumulonimbus. Namun demikian, tidak semua awan cumulonimbus dapat menimbulkan fenomena tersebut.

"Tidak semua awan cumulonimbus dapat menimbulkan fenomena 'water spout' karena itu pun tergantung pada kondisi labilitas atmosfer," katanya.

Ia mengatakan, keberadaan awan cumulonimbus juga mengindikasikan potensi hujan lebat disertai kilat petir dan angin kencang dan pada kondisi tertentu dapat menimbulkan potensi puting water spout. "Ciri-ciri fenomena waters pout yaitu kejadiannya bersifat lokal, terjadi dalam periode waktu yang singkat, paling lama 15 menit. Fenomena water spout sendiri berpotensi terjadi pada siang atau sore hari," kata Daniel.

Menurut Oceanservice.noaa.gov, "tornadic waters pout" adalah tornado yang terbentuk di atas air, atau berpindah dari daratan ke perairan. Biasanya fenomena alam ini disertai dengan badai petir yang parah, angin kencang, hujan es yang besar, dan seringnya petir berbahaya.

Sedangkan peneliti Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Erma Yulihastin, dalam keterangan di situs resmi LAPAN, menyatakan ada perbedaan antara "water spout" dan angin puting beliung .

Terdapat perbedaan mendasar antara fenomena 'water spout' dan angin puting beliung akibat kondisi anomali cuaca. Perbedaan 'water spout' dengan puting beliung dapat diidentifikasi dari koneksinya dengan media air yang terdapat di bagian dasarnya. "Water spout" yang juga pernah terjadi di Wonogiri, Jawa Tengah pada Januari lalu.

Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Wakil Ketua MPR: Indonesia akan Selalu Menentang Israel
    • Kadin Karawang: Perusahaan Harus Selesaikan Pembayaran THR

    Fenomena Water Spout Muncul di Papua

    Fenomena Water Spout Muncul di Papua

    Fenomena Water Spout Muncul di Papua

    Fenomena Water Spout Muncul di Papua

    Fenomena Water Spout Muncul di Papua

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    genpi
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    pijar
    SeleBuzz
    Mobilmo
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya