0
Thumbs Up
Thumbs Down

Gara-Gara Kritik Pemerintah, Mahasiswa Ini Dipukuli Berjam-jam Hingga Tewas

okezone
okezone - Thu, 10 Oct 2019 08:57
Dilihat: 35
Gara-Gara Kritik Pemerintah, Mahasiswa Ini Dipukuli Berjam-jam Hingga Tewas

DHAKA - Seorang mahasiswa Bangladesh dibunuh di asramanya beberapa hari setelah mengkritik pemerintah lewat daring. Menurut keterangan saksi, mahasiswa itu dipukuli dan dianiaya selama berjam-jam sebelum dia meninggal dunia.

Beberapa mahasiswa di asrama mengatakan bahwa Abrar Fahad dibawa dari kamarnya pada Minggu, 6 Oktober sekira pukul 20.00 waktu setempat dan dipukuli selama setidaknya empat jam. Dokter yang melakukan otopsi pada jasad Fahad mengatakan mengonfirmasi kepada BBC bahwa tubuh mahasiswa berusia 21 tahun itu mengalami memar-memar yang parah.

BACA JUGA: Aksi Kekerasan Terkait Pemilu di Bangladesh Tewaskan 17 Orang

Fahad belajar di Universitas Teknik Bangladesh (Buet) di Dhaka.

Beberapa anggota Liga Chhatra Bangladesh (BCL), sayap pemuda dari Partai Liga Awami yang berkuasa, ditahan sehubungan dengan kematian Fahad. BCL telah banyak dituduh menggunakan penyiksaan dan pemerasan terhadap siswa.

Rekaman CCTV dari asrama Fahad menunjukkan beberapa pria membawa tubuh korban. Polisi menahan sembilan pria dari asrama, termasuk sedikitnya lima aktivis BCL.

Polisi mengatakan pada Selasa jumlah tersangka yang ditahan telah meningkat menjadi 13 orang, dan polisi masih mencari enam tersangka lainnya. Semua tersangka yang ditahan adalah mahasiswa Buet.

"Ada banyak trauma benda tumpul di tubuhnya. Kami pikir dia meninggal karena serangan dengan benda tumpul," kata Kepala Departemen Forensik Rumah Sakit Dhaka Medical College, Dr. Sohel Mahmud sebagaimana dilansir BBC, Kamis (10/10/2019).

Wakil Komisaris Kepolisian Dhaka, Munstasirul Islam membenarkan bahwa mahasiswa tersebut telah dipukuli hingga mati.

Anggota BCL yang dikutip oleh media lokal mengatakan Fahad telah "diinterogasi" dan dipukuli karena diduga memiliki hubungan dengan partai Islam. Itu terjadi setelah dia menulis posting di media sosial mengkritik pemerintah atas kesepakatan berbagi air dengan India.

Mahasiswa Bangladesh University of Engineering menggelar protes setelah kematian Abrar Fahad.

Dalam sebuah pernyataan, BCL mengatakan bahwa setelah melakukan investigasi, pihaknya telah mengusir 11 anggota divisi Buet mereka, demikian dilaporkan bdnews24.com.

Seorang siswa Buet yang tidak mau disebutkan namanya karena takut menerima pembalasan mengatakan pada BBC bahwa mereka telah melihat Fahad hidup pada pukul 02:00 waktu setempat di sebuah ruangan tempat dia dipukuli.


"Saya melihat Abrar di kamar 2005, dia masih hidup ... Dengan bantuan dari beberapa siswa junior saya membawa Abrar ke bawah. Dia masih hidup dan dia berkata, 'Tolong cepat bawa saya ke rumah sakit.'"

Sumber: okezone

Gara-Gara Kritik Pemerintah, Mahasiswa Ini Dipukuli Berjam-jam Hingga Tewas

Gara-Gara Kritik Pemerintah, Mahasiswa Ini Dipukuli Berjam-jam Hingga Tewas

Gara-Gara Kritik Pemerintah, Mahasiswa Ini Dipukuli Berjam-jam Hingga Tewas

Gara-Gara Kritik Pemerintah, Mahasiswa Ini Dipukuli Berjam-jam Hingga Tewas

Gara-Gara Kritik Pemerintah, Mahasiswa Ini Dipukuli Berjam-jam Hingga Tewas

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya