0
Thumbs Up
Thumbs Down

Gegara Lidah Tajam Macron, Islamofobia Mengakar dan Muslim Prancis Dikorbankan

wartaekonomi
wartaekonomi - Wed, 18 Nov 2020 09:59
Dilihat: 50
Paris

Tepat setelah Prancis menjadi sasaran serangkaian serangan teroris musim gugur ini, Presiden Emmanuel Macron bertemu dengan para pemimpin Uni Eropa (UE) lainnya. Pertemuan ini dilangsungkan untuk membahas tanggapan blok tersebut terhadap ancaman teror.

Reaksi awal Macron, termasuk janji untuk melindungi hak penerbitan karikatur Nabi Muhammad. Bahkan, proyeksi kartun kontroversial Charlie Hebdo di gedung-gedung publik, dalam apa yang dia serukan untuk membela kebebasan berekspresi di negaranya.

Baca Juga: Nah Lho! Amnesty International Benarkan Prancis Bukan Juaranya Kebebasan Bicara

Serangan tersebut juga memulai pendekatan 'mencari kambing hitam' pejabat Prancis yang agak terburu-buru dan kaum Muslimmenjadi sasarannya. Para kritikus mengatakan, pemerintah Macron mengeksploitasi serentetan kekerasan untuk meningkatkan sikap anti-Muslimnya yang kontroversial.

Andreas Krieg, pengamat dari School of Security di Institute for Middle Eastern Studies, Royal College of Defense Studies di Kings College London, mengatakan, Prancis di bawah pemerintahan Macron memang menerapkan kebijakan yang keras terhadap Muslim dan ini membuat umat Muslim di negara tersebut terasing.

"Di bawah Macron, Prancis telah mengambil langkah kuat melawan Islam dan Islamisme di bawah panji toleransi dan liberalisme," ucap Krieg, seperti dilansir Anadolu Agency.

"Kebijakan imigrasi Prancis yang didasarkan pada asimilasi daripada integrasi, berarti bahwa Muslim dipaksa untuk berasimilasi dengan arus utama sekuler Prancis yang memiliki sedikit toleransi terhadap keyakinan non-sekuler lainnya," sambungnya.

Pendirian ini menyebabkan keterasingan dan ketidakamanan identitas di antara sebagian Muslim, yang menurutnya, adalah akar penyebab ekstremisme.

Sementara itu, cendekiawan Muslim seperti Khaled A. Beydoun, profesor Hukum di Sekolah Hukum Universitas Negeri Wayne dan penulis American Islamophobia: Understanding the Roots and Rise of Fear, melihat posisi Macron sebagai penyangkalan dari kepercayaan yang dipegang teguh.

"Alih-alih cenderung pada ketidakadilan sistemik dan membingkai pembunuhan mengerikan Samuel Paty sebagai penyimpangan, Macron memanfaatkan kelemahan Prancis dan mengakar Islamofobia untuk melepaskan tingkat baru kebencian terhadap Muslim Prancis," kata Beydoun.

"Macron meremehkan Islam, yang memicu kekerasan terhadap Muslim di Prancis. Perpecahan meradang, alih-alih menggunakan tempat bertenggernya untuk memperbaiki dan menjebak pembunuhan Paty apa adanya: tindakan keji satu orang, bukan enam juta pria dan wanita Prancis," ungkapnya.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syahrianto


Foto: REUTERS/Eric Gaillard

Sumber: wartaekonomi

Gegara Lidah Tajam Macron, Islamofobia Mengakar dan Muslim Prancis Dikorbankan

Gegara Lidah Tajam Macron, Islamofobia Mengakar dan Muslim Prancis Dikorbankan

Gegara Lidah Tajam Macron, Islamofobia Mengakar dan Muslim Prancis Dikorbankan

Gegara Lidah Tajam Macron, Islamofobia Mengakar dan Muslim Prancis Dikorbankan

Gegara Lidah Tajam Macron, Islamofobia Mengakar dan Muslim Prancis Dikorbankan

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya