0
Thumbs Up
Thumbs Down

Gejolak Global, Begini Asumsi Ekonomi Sri Mulyani

inilahcom
inilahcom - Fri, 14 Jun 2019 04:09
Dilihat: 93
Gejolak Global, Begini Asumsi Ekonomi Sri Mulyani

Jakarta - Dalam RAPBN 2020, pemerintah mematok nilai tukar rupiah di rentang Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per dolar AS (US$). Ada tiga alasan yang mendasarainya. Apa itu?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut ketidakpastian global masih akan terjadi pada 2020, sehingga pemerintah mematok kurs rupiah ke level Rp14.000 hingga Rp15.000 per US$. Asumsi ini lebih rendah ketimbang perkiraan Bank Indonesia (BI) yang berada di Rp13.900-Rp14.300 per US$.

Sri Mulyani dalam rapat dengan Komisi XI DPR mengulas Pendahuluan RAPBN 2020 di Jakarta, Kamis (13/6/2019), mengatakan, ada tiga sumber ketidakpastian global. Pertama berlanjutnya perang dagang yang terus dilakukan Amerika Serikat dan China.

Berlarutnya perang dagang antara dua negara raksasa ekonomi dunia itu menimbulkan perkiraan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. "Ada risiko berlanjutnya perang dagang, dan dampaknya ke pertumbuhan ekonomi dunia, di tengah pertumbuhan ekonomi global yang masih relatif lemah," ujar Sri Mulyani.

Fenomena kedua yang bisa menjadi sumber gejolak, adalah masih tingginya impor, karena Indonesia membutuhkan investasi untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Salah satu indikator investasi yakni Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) ditargetkan Sri Mulyani pada 2020 untuk tumbuh 7%-7,4%. Pertumbuhan investasi di rentang tersebut dibutuhkan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi ke rentang 5,3% hingga 5,6% pada 2020. Sedangkan, sumber tekanan terhadap kurs yang ketiga adalah stagnasi harga komoditas yang akan mempengaruhi kinerja ekspor Indoneisa.

Seperti diketahui, Indonesia masih mengandalkan komoditas seperti batu bara dan minyak sawit mentah untuk ekspor. "Namun, selain depresiasi, di 2020, ada juga faktor yang akan mendorong apresiasi rupiah seperti tidak berlanjutnya normalisasi kebijakan moneter The Fed, Bank Sentral AS, dan masuknya arus modal asing seiring membaiknya perekonomian domestik," kata Sri Mulyani.

Selain asumsi kurs, bekas direktur pelaksana Bank Dunia ini, mengajukan beberapa asumsi makro kepada Komisi XI DPR untuk menjadi Pembicaraan Pendahuluan RAPBN 2020. Yakni, pertumbuhan ekonomi 5,3%-5,6%, inflasi 2%-4% (year on year/yoy), tingkat bunga Surat Perbendaharaan Negara (SBN) tiga bulan 5% - 5,6%, nilai tukar Rp14.000-Rp15.000 per US$, harga minyak mentah US$60-US$70 per barel. [tar]

Sumber: inilahcom

Gejolak Global, Begini Asumsi Ekonomi Sri Mulyani

Gejolak Global, Begini Asumsi Ekonomi Sri Mulyani

Gejolak Global, Begini Asumsi Ekonomi Sri Mulyani

Gejolak Global, Begini Asumsi Ekonomi Sri Mulyani

Gejolak Global, Begini Asumsi Ekonomi Sri Mulyani

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya