0
Thumbs Up
Thumbs Down

Harga Minyak Anjlok 5% Imbas Kekhawatiran Lockdown di Jerman dan Prancis

okezone
okezone - Thu, 29 Oct 2020 07:46
Dilihat: 53
Harga Minyak Anjlok 5% Imbas Kekhawatiran Lockdown di Jerman dan Prancis

NEW YORK - Harga minyak anjlok lebih dari 5% pada perdagangan Rabu (28/10/2020) waktu setempat. Kejatuhan tersebut membuat harga minyak ke level terendahnya sejak 3 minggu terakhir.

Kejatuhan harga minyak dikarenakan lonjakan infeksi virus korona di Amerika Serikat dan Eropa yang mengarah pada penguncian (lockdown) baru. Hal ini memberikan kekhawatiran akan pemulihan ekonomi yang tidak stabil lebih memburuk.

Baca juga: Harga Minyak Rebound di Tengah Kekhawatiran Badai Zeta

Melansir CNBC, Jakarta, Kamis (29/10/2020), harga minyak mentah berjangka Brent turun USD2,12, atau 5,15% menjadi USD39,08 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS anjlok 5,5%, atau USD2,18 ke USD37,39 per barel, level terendah dalam tiga minggu.

Itu menempatkan kedua tolok ukur di jalur untuk penutupan terendah sejak 2 Oktober. Penurunan harga minyak mentah mencerminkan penurunan di pasar aset berisiko lainnya, karena indeks saham AS semuanya lebih rendah, dengan S&P 500 turun 2,7%.

Baca juga: Harga Minyak Anjlok Nyaris 2% Imbas Lonjakan Covid-19 di AS dan Eropa

Dolar AS sebagai safe-haven naik 0,5% di tengah prospek lockdown di Jerman dan Prancis untuk melawan pandemi. Dolar yang lebih kuat membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang asing, yang menurut para pedagang membebani harga minyak mentah.

Amerika Serikat, Rusia, Prancis, dan negara-negara lain telah mencatat rekor jumlah kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir dan pemerintah Eropa telah memperkenalkan pembatasan baru untuk mencoba mengendalikan wabah yang tumbuh cepat.

Baca juga: Harga Minyak Stabil Namun di Bawah Tekanan

Menambah tekanan pada harga minyak, stok minyak mentah AS naik lebih dari yang diharapkan minggu lalu karena produksi melonjak dalam rekor yang dibangun, menurut Administrasi Informasi Energi AS.

"Jumlah produksi minyak mentah dalam negeri naik jumlah yang gila - mengapa produsen melakukan itu? Itu tidak baik, karena itu menyiratkan bahwa kita akan memiliki banyak minyak mentah untuk waktu yang lama keluar dari tanah, "kata Robert Yawger, direktur masa depan energi di Mizuho di New York.

Para pedagang mengatakan harga minyak mentah juga terpukul oleh memudarnya prospek untuk kesepakatan cepat pada stimulus baru AS, dan peningkatan produksi minyak dari Libya. Produksi Libya diperkirakan akan pulih menjadi 1 juta barel per hari dalam beberapa minggu mendatang.


Semua berita bearish itu, membayangi penutupan bullish sekitar setengah dari produksi lepas pantai Teluk Meksiko AS menjelang Badai Zeta, yang diperkirakan akan menghantam Pantai Teluk Rabu malam.

Sumber: okezone

Harga Minyak Anjlok 5% Imbas Kekhawatiran Lockdown di Jerman dan Prancis

Harga Minyak Anjlok 5% Imbas Kekhawatiran Lockdown di Jerman dan Prancis

Harga Minyak Anjlok 5% Imbas Kekhawatiran Lockdown di Jerman dan Prancis

Harga Minyak Anjlok 5% Imbas Kekhawatiran Lockdown di Jerman dan Prancis

Harga Minyak Anjlok 5% Imbas Kekhawatiran Lockdown di Jerman dan Prancis

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya