0
Thumbs Up
Thumbs Down

Hati-Hati Dengan Status Pailit, Konsumen Bisa Makin Buntung

Rumah
Rumah - Tue, 22 Sep 2020 18:16
Dilihat: 42
Hati-Hati Dengan Status Pailit, Konsumen Bisa Makin Buntung

-Proyek apartemen yang terkendala dan berujung pada proses PKPU dipastikan akan menempuh jalur yang berbelit dan merugikan bagi semua pihak. Terhadap proyek apartemen yang bermasalah, konsumen sebaiknya lebih bersabar dan satu suara antar konsumen, penyelesaian perorangan dan kerap gegabah malah bisa membuat konsumen makin dirugikan.

Pengembangan proyek apartemen selain membutuhkan teknik konstruksi yang baik juga perlu kekuatan modal yang besar. Di sisi lain, pengembangan apartemen umumnya mengandalkan finansial dari pra penjualan produknya yang ditawarkan kepada konsumen. Hal ini membuat bila pengembangan proyek apartemen menjadi sangat riskan, bila ada beberapa persen konsumen menyatakan mundur, pembangunan proyeknya pasti menjadi terhambat.

Hal ini makin sering terjadi dalam pembangunan proyek apartemen yang berujung pada kepailitan dan akhirnya diserahkan kepada proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Bila sebuah proyek sudah masuk proses PKPU, sekali lagi konsumen yang akan dirugikan karena menjadi pihak paling terakhir yang akan diselesaikan pembayaran uangnya.

Dalam hal ini antar konsumen sangat penting untuk mengusung satu suara. Bila developernya bertanggung jawab, sebuah proyek yang bermasalah akan dicarikan jalan keluar misalnya dengan mencari investor baru. Untuk itu dibutuhkan kesabaran dari konsumen karena bila buru-buru mengajukan pailit bisa jadi uang yang didapatkan malah tidak utuh atau bahkan hangus.

Proyek Apartemen Antasari 45 di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan misalnya, telah mengalami berbagai kendala dan berujung pada proses PKPU. Proyek hasil pengembangan PT Prospek Duta Sukses (PDS) masih mengupayakan jalur perdamaian melalui Pengadilan Niaga dan tengah mengupayakan investor baru.

Ingin beli rumah yang bebas dari masalah? sebelum itu, nonton dulu video berikut ini.

Menurut Direktur PDS Wahyu Hartanto, ada oknum atau pihak-pihak yang memanipulasi proses PKPU yang justru berpotensi mengorbankan konsumen. Melalui proses pemungutan suara kreditur di Pengadilan Niaga, Jakarta Pusat, yang mendukung proposal perdamaian yang diajukan PDS hanya kreditur dan sekitar 60 orang konsumen sementara sebagian besar konsumen memberikan suara yang salah karena informasi yang tidak lengkap dan masukan yang menyesatkan dan akhirnya mendukung proses kepailitan perusahaan.

"Dengan mendukung PKPU artinya konsumen mendukung proses kepailitan perusahaan padahal hasil pemungutan suara baru akan diumumkan dan disahkan beberapa minggu yang akan datang. Masukan yang salah ini memiliki kepentingan yang berlawanan dengan tujuan bersama agar hak-hak konsumen dan kreditur tetap terpenuhi," ujarnya.

Wahyu juga menyebut, pihak PDS banyak dihubungi oleh konsumen yang menanyakan berbagai hal terkait dengan proposal perdamaian yang diajukan PDS serta meminta penjelasan terkait proses PKPU dan kepailitan. Seharusnya, konsumen sudah memahami semua informasi dan proses kepailitan yang benar sebelum proses voting dilaksanakan.

Dari sini muncul dugaan banyak konsumen yang suaranya diwakili saat voting telah menerima informasi yang tidak benar mengenai proses PKPU dan kepailitan. Ada konsumen yang bertanya kenapa baru menerima satu versi dan dua versi proposal perdamaian yang telah diajukan PDS selama proses pembahasan.

Ada juga yang mengira bahwa proses PKPU ditunda atau mendapatkan perpanjangan waktu atau dengan mendukung PKPU berarti sama dengan mendukung perusahaan untuk pailit. Bila informasi simpang-siur seperti ini terus terjadi justru akan mengarah kepada proses kepailitan yang akan merugikan konsumen sendiri.

"Kami mengajukan proposal perdamaian dalam PKPU untuk menghindari status kepailitan. Dengan begitu hak kreditur maupun konsumen bisa tetap dipenuhi melalui proposal perdamaian yang kami anggap terbaik dan final untuk semua pihak. Kami juga telah mengumumkan kalau perusahaan telah menerima surat minat dari tiga calon investor potensial," imbuh Wahyu.

Proposal yang diajukan PDS, jelas Wahyu, merupakan rencana dan aksi nyata yang kredibel dan bisa dianggap sebagai solusi penyelesaian. PDS sangat serius untuk mencari investor yang bukan hanya kuat dari sisi permodalan tapi juga memiliki pengalaman dan komitmen.

Mengutip pernyataan hakim pengawas di dalam persidangan, Wahyu juga mengingatkan tidak ada pihak manapun yang memiliki kuasa untuk menentukan nasib dari kelanjutan proyek Antasari 45 selain dari para kreditur itu sendiri yaitu kalangan konsumen maupun kontraktor. Dari hasil voting di mana kreditur sudah mendukung proses PKPU maka seharusnya konsumen juga ikut mendukung proposal perdamaian yang dilakukan oleh PDS.

"Untung-rugi konsumen tergantung dari keputusan konsumen itu sendiri dan kami berupaya maksimal untuk memenuhi hak konsumen dengan proposal perdamaian yang kami anggap terbaik. Ada lebih dari 650 konsumen yang berpotensi merugi bila hasil pemungutan suara menolak PKPU yang dengan sendirinya berarti perusahaan dipailitkan," bebernya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap diDaftar PropertidanPanduan Referensiseputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Sumber: Rumah

Hati-Hati Dengan Status Pailit, Konsumen Bisa Makin Buntung

Hati-Hati Dengan Status Pailit, Konsumen Bisa Makin Buntung

Hati-Hati Dengan Status Pailit, Konsumen Bisa Makin Buntung

Hati-Hati Dengan Status Pailit, Konsumen Bisa Makin Buntung

Hati-Hati Dengan Status Pailit, Konsumen Bisa Makin Buntung

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya