0
Thumbs Up
Thumbs Down

Heboh Tagihan Covid Ratusan Juta, Ini Respons Pemerintah

Republika Online
Republika Online - Thu, 24 Sep 2020 16:47
Dilihat: 43
Heboh Tagihan Covid Ratusan Juta, Ini Respons Pemerintah

JAKARTA -- Pemerintah kembali buka suara terkait isu tagihan perawatan dan pengobatan pasien Covid-19 yang menyentuh ratusan juta rupiah. Kejadian ini sempat viral, setelah seorang warganet mengunggah bukti tagihan rumah sakit ke media sosial.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa alur prosedur klaim biaya perawatan dan pengobatan pasien Covid-19 oleh rumah sakit sudah disederhanakan. Klaim dana oleh rumah sakit dibagi ke dalam dua jalur: jalur pusat untuk rumah sakit yang berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan, Polri, dan TNI; serta jalur APBD untuk rumah sakit di daerah.

"Jalur pusat verifikasinya langsung Kemkes. Kemudian RS di daerah dananya dilewatkan APBD dan verifikasinya tidak perlu sampai pusat. Saya minta maaf itu kan sangat teknis ya. Pak Menkes itu yang memiliki data akurat. Yang jelas dari segi prosedur sudah disederhanakan," ujar Muhadjir dalam keterangan pers di kantor presiden, Kamis (24/9).

Khusus untuk rumah sakit daerah, maka klaim dana bisa dilakukan langsung kepada dinas kesehatan setempat. Rumah sakit tingkat kabupaten kepada dinkes kabupaten, sedangkan rumah sakit tingkat provinsi kepada dinkes provinsi. Anggarannya sendiri sudah disalurkan oleh pemerintah pusat melalui APBD.

"Sehingga kami harapkan keluhan masyarakat tentang klaim dana covid-19 yang lambat dan tidak menguntungkan bagi RS karena mengganggu cash flow dari RS itu bisa diatasi," kata Muhadjir.

Kendati begitu, Muhadjir tidak menutup kemungkinan ada pengajuan klaim oleh rumah sakit yang tersendat sehingga berimbas kepada pasien. Bila memang terjadi hal demikian, Muhadjir meminta pihak pasien untuk segera lapor melalui hotline Satgas Covid-19 atau Kementerian Koordinator Bidang PMK agar segera bisa ditindaklanjuti.

Seorang warganet mengunggah tagihan rumah sakit untuk perawatan dan pengobatan anggota keluarganya yang mencapai hampir Rp 240 juta hanya dalam empat hari. Akun @noyusimi di Twitter menyebutkan bahwa seharusnya biaya tersebut memang ditanggung pemerintah. Hanya saja, pihak rumah sakit menyebutkan kuota klaim dari pusat terbatas sehingga terpaksa menarik biaya dari pasien.


Berita Terkait
  • Cegah Kerumunan, Menko PMK Pastikan Bansos Diantar ke Rumah
  • Menko PMK: Rumah Tangga Miskin di Indonesia Masih Tinggi
  • Menko PMK: Setengah Permasalahan Covid-19 Ada di Jatim
Berita Lainnya
  • Nomor Urut Paslon Pilkada Surabaya 2020 dan Maknanya
  • Pemerintah Dorong Tata Ekosistem Logistik Nasional

Heboh Tagihan Covid Ratusan Juta, Ini Respons Pemerintah

Heboh Tagihan Covid Ratusan Juta, Ini Respons Pemerintah

Heboh Tagihan Covid Ratusan Juta, Ini Respons Pemerintah

Heboh Tagihan Covid Ratusan Juta, Ini Respons Pemerintah

Heboh Tagihan Covid Ratusan Juta, Ini Respons Pemerintah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya