0
Thumbs Up
Thumbs Down

Hindari Kontak Langsung, AAJI Minta OJK Restui Penjualan PAYDI Via Online

wartaekonomi
wartaekonomi - Sun, 05 Apr 2020 21:24
Dilihat: 20
Jakarta

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengizinkan Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) dijual secara online. Hal tersebut sekaligus untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Tanah Air.

Dalam keterangan yang diterima, Minggu (5/4/2020), AAJI menyebut penjualan PAYDI yang sebelumnya harus tatap muka dapat diganti dengan memanfaatkan teknologi digital.

Baca Juga: Lembaga Penjamin Polis Tak Kunjung Terbentuk, AAJI Maklum: Kompleks, Peliknya Luar Biasa

Baca Juga: Minta Lembaga Penjamin Polis Segera Dibentuk, AAJI: Harus Dukung Industri Asuransi Jiwa yang Sehat

"Meminta OJK untuk memberikan relaksasi kepada perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan PAYDI untuk dapat memanfaatkan teknologi dalam penjualannya," tulis AAJI.

Bahkan, AAJI juga meminta OJK untuk menghapus kewajiban tanda tangan basah dengan tanda tangan digital.

Selain itu, AAJI juga meminta perusahaan asuransi untuk tetap merekrut pemasar guna memberikan proteksi kesehatan kepada masyarakat.

Diketahui, permintaan AAJI ini terkait Surat Edaran OJK bernomor S-11/D.05/2020 tentang Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) bagi Perusahaan Perasuransian.

Dalam tersebut, OJK menginstruksikan perusahaan asuransi, reasuransi, asuransi syariah, dan reasuransi syariah untuk memperpanjang batas waktu tagihan premi nasabah hingga empat bulan sejak jatuh tempo pembayaran.

Namun, menurut AAJI, kebijakan itu merupakan pilihan bagi perusahaan asuransi. "Kebijakan-kebijakan tersebut merupakan suatu pilihan yang dapat diambil oleh perusahaan asuransi jiwa, namun bukan merupakan kewajiban dalam pelaksanaannya," tulisnya lagi.

Sambungnya, penerapan relaksasi penundaan pembayaran premi yang jatuh tempo selama empat bulan, hanya wajib dilakukan apabila perusahaan asuransi mengakui tagihan premi yang berusia hingga empat bulan sebagai aset yang diperkenankan dalam perhitungan tingkat solvabilitas.

"Dengan demikian, relaksasi penundaan pembayaran premi sebagaimana dimaksud dalam surat OJK mengenai countercyclical bukan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan bagi perusahaan asuransi dan merupakan kebijakan yang dapat diambil oleh masing-masing perusahaan asuransi," tukas AAJI.

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil


Foto: Unsplash/NordWood Themes

Sumber: wartaekonomi

Hindari Kontak Langsung, AAJI Minta OJK Restui Penjualan PAYDI Via Online

Hindari Kontak Langsung, AAJI Minta OJK Restui Penjualan PAYDI Via Online

Hindari Kontak Langsung, AAJI Minta OJK Restui Penjualan PAYDI Via Online

Hindari Kontak Langsung, AAJI Minta OJK Restui Penjualan PAYDI Via Online

Hindari Kontak Langsung, AAJI Minta OJK Restui Penjualan PAYDI Via Online

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya