0
Thumbs Up
Thumbs Down

Hingga Juli, Pembangunan Rumah Subsidi Baru 24%

Rumah
Rumah - Tue, 16 Jul 2019 11:17
Dilihat: 53
Hingga Juli, Pembangunan Rumah Subsidi Baru 24%

-Direktorat Jenderal penyediaan Perumahan hingga 8 Juli 2019 mencatat, progres pembangunan fisik Program Satu Juta Rumah baru mencapai 24,8% sedangkan progres keuangan mencapai 33,56%.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, evaluasi hingga lebih dari paruh pertama berjalan tahun ini masih menunjukkan adanya gap antara progres fisik dan keuangan.

Ia melanjutkan, perlu dilakukan percepatan pelaksanaan fisik dan pengawasan di lapangan. "Kami targetkanproporsicapaian keuangan sebesar 95,6% dan fisik sebesar 100%, tanpa mengesampingkan kualitas atau output pekerjaan," terang Khalawi.

Terkait dengan capaian Program Satu Juta Rumah, iamenerangkan bahwa jumlahnya terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.Baca syarat mengajukan KPR subsidi di sini!

Kementerian PUPR pada tahun ini menargetkan pembangunan rumah dalam Program Satu Juta Rumah sekitar 1,25 juta unit. Hingga saat ini tepatnya jumlah capaian Program Satu Juta Rumah sebesar 626.330 unit rumah.

Untuk mendorong terlaksananya pembangunan rumah untuk masyarakat, imbuhnya, pihaknya juga telah menggandeng Tim Pengawal dan Pengaman pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Dengan demikian, pembangunan perumahan dapat berjalan dengan akuntabel dan benar-benar tepat sasaran.

Selain itu pemerintah juga memiliki Satgas Pemantauan dan Pengendalian Program Satu Juta Rumah (P2PSR) dan SNVT Penyediaan Perumahan, yang ada di setiap provinsi di Indonesia untuk membantu dalam pendataan Program Satu Juta Rumah.

KunjungieventDealJuara, Pameran Properti Online Terbesar di Indonesia yang digelar Rumah.commulai 7 Juli sampai 30 September 2019, dengan beragam penawaran menarik mulai daridiskon rumahsampai Rp480 juta, hingga tukar rumah lama dengan rumah baru!

Khalawimenyebut telah meracik sejumlah strategi untuk mempercepat progres, diantaranya agar segera menarik uang muka untuk pekerjaan yang telah terkontrak, meningkatkan koordinasi dengan BP2JKdalam rangka percepatan pelaksanaan lelang.

Selain itu, mengoptimalkan peran Satgas P2PSR dalam melakukan koordinasi, memantau, mengevaluasi dan memberikan rekomendasi serta memfasilitasi penyesaian masalah.

Strategi selanjutnya adalah dengan mengoptimalkan peran koordinator wilayah sesuai SK penugasan kepada para pejabat eselon II.

Tugasnya ialah sebagai penanggungjawab pengawasan dan pembinaan pelaksanaan kegiatan Satker, mengoptimalkan klinik teknis yang telah terbentuk untuk menyelesaikan permasalahan teknis dan non teknis yang dihadapi, serta menggandeng Tim Pengawas dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Pihaknya pun mendorong Satuan Kerja dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengendalikan rencana kerja, melakukan pengecekan langsung ke lapangan secara berkala, dan memperhatikan kinerja fasilitator di lapangan untuk menghindari timbulnya penyimpangan penggunaan dana.

Tak hanya itu, ia mendorong kinerja petugas pemantauan untuk menjamin pemutakhiran data capaian fisik dan keuangan melakukan mekanisme e-monitoring, meningkatkan kemampuan administratif, khususnya dalam mengantisipasi audit dan menindaklanjuti penuntasan hasil audit.

Khalawi menambahkan, strategi lainnya adalah melakukan mitigasi dan mengendalikan potensi resiko dalam proses pelaksanaan dan pasca konstruksi, meningkatkan dukungan dan kepercayaan publik dengan meningkatkan komunikasi, transparansi dan akuntabilitas.

Sebagai informasi, dibanding tahun lalu, capaian pembangunan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 28 tower,rusunawa untuk PTN dan PTS sebanyak 68 tower dan LPKB sebanyak 123 tower.

Baca juga:Panduan menyiapkan keuangan untuk membeli rumah pertama

Sedangkan pembangunan Rumah Khusus pada 2018 untuk nelayan sebanyak 1.614 unit, Polri 490 unit, ASN/TNI 271 unit, MBR/Program Pemerintah dan Suku Terasing 1.215 unit, dan rumah khusus untuk korban bencana, konflik dan relokasi sebanyak 186 unit.

Terkait dengan kepenghunian rumah susun yang dibangun selama 2018, sebanyak 219 tower telah terhuni dan sisanya 81 tower masih dalam proses penghunian.

Untuk rumah khusus yang dibangun pemerintah, sebanyak 23.517 unit rumah khusus telah terhuni sedangkan sisanya 2.495 unit sedang dalam proses penghunian. Pada 2018, sebanyak 3.776 unit rumah khusus telah terhuni dan 751 unit rumah khusus sedang dalam proses penghunian.


Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti diPanduan Rumah.com

Sumber: Rumah

Hingga Juli, Pembangunan Rumah Subsidi Baru 24%

Hingga Juli, Pembangunan Rumah Subsidi Baru 24%

Hingga Juli, Pembangunan Rumah Subsidi Baru 24%

Hingga Juli, Pembangunan Rumah Subsidi Baru 24%

Hingga Juli, Pembangunan Rumah Subsidi Baru 24%

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya