0
Thumbs Up
Thumbs Down

Hore Sekarang Rumah Subsidi Bebas PPN

Rumah
Rumah - Wed, 29 May 2019 17:33
Dilihat: 121
Hore Sekarang Rumah Subsidi Bebas PPN

Pemerintah memutuskan untuk membebaskan kewajiban PPN bagi rumah sederhana untuk mendorong akses kepemilikan hunian masyarakat. Utamanya mengurangi persoalan backlog yang selama ini terus menjadi momok kendati telah ada program sejuta rumah.

Kementerian Keuangan baru saja mengeluarkan PMK No.81/ PMK.03/2019 tentang batasan rumah umum, asrama mahasiswa, pondok boro, dan perumahan lainnya yang penyerahannya dibebaskan dari pajak pertambahan nilai (PPN).

Rumah sederhana dan rumah sangat sederhana yang dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai adalah rumah yang memenuhi ketentuan, sebagai berikut :

  • Luas bangunan tidak melebihi 36 m2 (tiga puluh enam meter persegi);
  • Harga jual tidak melebihi batasan harga jual, dengan ketentuan bahwa batasan harga jual didasarkan pada kombinasi zona dan tahun yang berkesesuaian.
  • Merupakan rumah pertama yang dimiliki oleh orang pribadi yang termasuk dalam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, digunakan sendiri sebagai tempat tinggal, dan tidak dipindahtangankan dalam jangka waktu 4 (empat) tahun sejak dimiliki
  • Luas tanah tidak kurang dari 60 m2 (enam puluh meter persegi)
  • Perolehannya secara tunai ataupun dibiayai melalui fasilitas kredit bersubsidi maupun tidak bersubsidi, atau melalui pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.

Selain itu dalam ketentuan yang baru, jumlah zona wilayahnya disederhanakan menjadi hanya lima wilayah dan menyesuaikan batasan harga jual rumah sederhana yang dibebaskan dari pengenaan PPN.

Tak hanya itu, batasan harga jual pembebasan PPN yang pembagiannya didasarkan per 5 tahun, kini juga disederhanakan menjadi hanya untuk 2 tahun, yaitu 2019 dan 2020.

Selama ini, sebagai Barang Kena Pajak (BKP), PPN penjualan rumah memiliki besaran tarif sama seperti BKP lainnya. Besaran tarif PPN penjualan rumah ini ditetapkan sebesar 10% dari harga jual.

Para pengembang rumah subsidi pun menyambut insentif dengan harga kurang dari Rp200 juta sebagai hal baik dan positif karena dapat membuka peluang bagi konsumen yang ingin membeli produk-produknya. Keluarnya aturan tersebut juga bisa mendorong penjualan yang lemah selama paruh pertama 2019.

Banyak pengembang yang mulai fokus mengembangkan rumah sederhana untuk masyarakat urban, yang dekat dengan transportasi umum, KRL dan bus.

Namun, ada juga pengembang yang mengharapkan bahwa memberikan pembebasan insentif tersebut juga diberlakukan bagi kontraktor yang membangun rumah sederhana supaya tidak menjadi beban biaya kontraktor.

Pasalnya, ketika kontraktor yang membangun dikenakan PPN 10% maka biaya tersebut bisa dikompensasi kepada konsumen yang membeli dengan mengenakan PPN 10%. Namun, bila insentif tersebut hanya diberikan kepada pembeli maka hal tersebut tidak memberikan dampak positif bagi kontraktor.

Selanjutnya, supaya PMK itu bisa dilaksanakan dengan lancar maka kuota rumah subsidi perlu ditambah begiupun dengan dana subsidi yang dikhawatirkan terbatas ketika PMK baru keluar.


Punya pertanyaan seputar beli rumah dan KPR? KlikTanya Properti Rumah.com!

Sumber: Rumah

Hore Sekarang Rumah Subsidi Bebas PPN

Hore Sekarang Rumah Subsidi Bebas PPN

Hore Sekarang Rumah Subsidi Bebas PPN

Hore Sekarang Rumah Subsidi Bebas PPN

Hore Sekarang Rumah Subsidi Bebas PPN

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya