0
Thumbs Up
Thumbs Down

IDI: Vaksin Buatan Cina Masih Layak Digunakan

Republika Online
Republika Online - Wed, 14 Apr 2021 08:05
Dilihat: 58
IDI: Vaksin Buatan Cina Masih Layak Digunakan

JAKARTA -- Juru Bicara dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Iris Rengganis mengatakan vaksin buatan Cina masih layak digunakan. Karena efikasi vaksin buatan Cina seperti Sinovac, masih di atas ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia, WHO.

"Pokoknya WHO mengumumkan efikasi 50 persen minimal. Jadi apa pun yang di atas 50 persen itu layak. Yang penting dia aman," kata Ketua Tim Advokasi Pelaksanaan Vaksinasi sekaligus Juru Bicara dari PB IDI Iris Rengganis dalam keterangan pers diterima, di Jakarta, Rabu (14/4).

Menurut dia, uji coba maupun uji klinis vaksin Sinovac sudah dilakukan. Ia menyebut, di Brasil hasil uji menunjukkan angka 50,4 atau 50,3 persen untuk Sinovac.

"Karena kita butuh di masa pandemi, jadi kita tidak terlalu lihat merek lagi saat ini," kata dia.

Yang terpenting, kata dia lagi, vaksinnya tersedia dan aman. Soal efektivitas, menurut dia, tidak perlu menjadi persoalan yang sampai diributkan. "Nanti masalah efektivitas kan sambil berjalan. Kalau perlu nanti diulang, jadi enggak perlu diributkan. Yang penting dari WHO bisa lolos efikasinya. Segala penelitian kita lihat efektivitas vaksin," katanya pula.

Dia menuturkan efikasi vaksin tidak memiliki dampak pada kesehatan. Kemudian, menurutnya lagi, juga tidak akan meracuni penerima vaksin, sehingga vaksin tetap aman digunakan. Ia mengatakan, efikasi vaksin Covid-19 tidak bisa dibandingkan karena efikasi tiap negara berbeda-beda.

"Kita lihat saja sambil waktu berjalan nanti efektivitas vaksin yang akan kita lihat nantinya," ujarnya pula.

Lebih lanjut dia mengatakan, rencana mendatangkan vaksin Moderna dan Pfizer dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan di Tanah Air. Menurut dia, sekitar 70 persen masyarakat Indonesia ditargetkan menerima vaksinasi Covid-19. Karena itu, vaksin yang dibutuhkan tentunya lebih banyak.


"Jadi, membutuhkan vaksin lebih banyak, kita menginginkan dari negara lain, untuk memenuhi kebutuhan, agar herd immunity tercapai," ujar Iris.

Berita Terkait
  • Wali Kota: 96 Persen RT Kota Bekasi Sudah Bebas Covid-19
  • Varian Covid-19 Afsel Bisa Tembus Proteksi Vaksin Pfizer
  • Pemkot Malang Terima Bantuan 320 Hazmat
Berita Lainnya
  • Turki Resmi Umumkan Pertemuan Perdamaian Afghanistan
  • Tuchel Sebut Gol Akrobatik Porto Hanya Beruntung

IDI: Vaksin Buatan Cina Masih Layak Digunakan

IDI: Vaksin Buatan Cina Masih Layak Digunakan

IDI: Vaksin Buatan Cina Masih Layak Digunakan

IDI: Vaksin Buatan Cina Masih Layak Digunakan

IDI: Vaksin Buatan Cina Masih Layak Digunakan

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya