0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ilmuwan Jepang Menduga Atmosfer Pluto Runtuh

Republika Online
Republika Online - Sat, 23 May 2020 19:51
Dilihat: 54
Ilmuwan Jepang Menduga Atmosfer Pluto Runtuh

KYOTO -- Ilmuwan Jepang menduga atmosfer Pluto telah runtuh. Atmosfer Pluto tampaknya telah runtuh. Okultasi terbaru pada Juli 2019 diamati oleh Ko Arimatsu di Universitas Kyoto Jepang dan rekan-rekannya. Mereka mengatakan tekanan atmosfer tampaknya telah turun lebih dari 20 persen sejak 2016.

Untuk diketahui, atmosfer Pluto sulit diamati dari Bumi. Atmosfer tersebut hanya dapat dipelajari ketika Pluto lewat di depan bintang yang jauh. Ini memungkinkan para astronom untuk melihat efek atmosfer terhadap cahaya bintang.

Saat pengamatan dengan pesawat New Horizons pada 2016, kejadian itu menegaskan atmosfer Pluto sedang tumbuh. Saat itu, New Horizons berhasil mengamati Pluto dari dekat.

Para astronom telah lama mengetahui atmosfer Pluto mengembang saat mendekati matahari dan berkontraksi saat surut. Ketika matahari memanaskan permukaan esnya, atmosfer Pluto menyublimasi, melepaskan nitrogen, metana dan karbon dioksida ke atmosfer.

Saat bergerak menjauh, atmosfer diperkirakan membeku dan jatuh dari langit dalam salah satu badai es paling spektakuler di tata surya. Pluto mencapai titik terdekatnya dengan matahari pada 1989 dan sejak saat itu telah berpindah. Tetapi atmosfernya terus meningkat ke sekitar 1/100 dari Bumi.

Para astronom berpikir mereka tahu alasannya berkat gambar yang dikirim kembali oleh pesawat ruang angkasa New Horizons. Pesawat ruang angkasa itu terbang melewati Pluto pada 2015.

Gambar-gambar ini mengungkapkan permukaan kompleks yang tak terduga dengan warna yang sangat bervariasi. Topi kemerahan misterius kutub utara ternyata diwarnai oleh molekul organik dan sebuah cekungan besar berwarna putih yang tertutup es yang disebut Sputnik Platinia membentang di sebagian besar satu belahan bumi.

Ahli geologi planet berpikir Sputnik Planitia memainkan peran penting dalam mengatur atmosfer Pluto. Seperti yang dilansir dari Discover Magazine, Sabtu (23/5), itu karena ketika menghadap matahari, Sputnik Planitia melepaskan gas ke atmosfer.

Simulasi menunjukkan inilah mengapa atmosfer Pluto terus tumbuh, bahkan ketika ia mulai menjauh dari matahari. Simulasi diperumit oleh warna Sputnik Planitia, yang menentukan jumlah cahaya yang diserapnya. Ini dipengaruhi oleh pembentukan es dengan cara yang sulit diprediksi.

Namun demikian, simulasi yang sama menunjukkan sejak 2015, Sputnik Planitia seharusnya sudah mulai mendingin dan menyebabkan atmosfer mengembun menjadi es. Arimatsu dan rekannya mengatakan mungkin itulah yang ada di balik pengamatan baru mereka.

Menyusut lebih cepat?
Model menunjukkan atmosfer Pluto seharusnya menyusut kurang dari satu persen sejak 2016, bukan 20 persen yang diamati oleh tim Jepang. Jadi mungkin ada beberapa faktor lain yang bekerja mempercepat keruntuhan atmosfer Pluto.


Hasilnya juga harus dibicarakan dengan hati-hati. Efek atmosfer Pluto pada cahaya bintang jauh kecil dan sulit diamati dengan teleskop refleksi 60 cm yang digunakan tim. Mereka mengatakan berbagai sumber kesalahan dalam pengukuran membuatnya hanya sedikit signifikan.

Berita Terkait
  • Ilmuwan Temukan Petunjuk Tersembunyi dalam Kabut Pluto
  • Perdebatan Soal Pluto yang tak Kunjung Selesai
  • Tujuh Benda Langit yang Mirip Pluto
Berita Lainnya
  • Myanmar Buat Laporan Langkah Pencegahan Genosida Rohingya
  • DKI Telah Uji PCR 123.136 Sampel

Ilmuwan Jepang Menduga Atmosfer Pluto Runtuh

Ilmuwan Jepang Menduga Atmosfer Pluto Runtuh

Ilmuwan Jepang Menduga Atmosfer Pluto Runtuh

Ilmuwan Jepang Menduga Atmosfer Pluto Runtuh

Ilmuwan Jepang Menduga Atmosfer Pluto Runtuh

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya