0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ilmuwan Telusuri Jejak Pendarat yang Jatuh di Komet 67P

Republika Online
Republika Online - Fri, 30 Oct 2020 16:59
Dilihat: 43
Ilmuwan Telusuri Jejak Pendarat yang Jatuh di Komet 67P

LONDON -- Badan Ruang Angkasa Eropa (ESA) pada 12 November 2014 mengerahkan pendarat ke permukaan Komet 67P / Churyumov-Gerasimenko. Penerbangan itu gagal menjadi misi pendaratan yang mulus.

Pendarat Philae Lander melakukan pantulan sinyal di permukaan Comet 67P beberapa kali, sebelum berhenti di struktur seperti gua lalu gagal berfungsi untuk selamanya. Enam tahun kemudian, para ilmuwan akhirnya dapat menentukan dimana tepatnya Philae mendarat.

Situs pendaratan kedua Philae (tak terduga) dirinci dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Rabu lalu di jurnal Nature. Meskipun tidak direncanakan, pantulan sinyal mengungkapkan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang komet termasuk bagaimana terbentuknya.

Pesawat Rosetta mengorbit Komet 67P sejak Agustus 2014 untuk mempelajari komet. Terutama lingkaran debu dan gas yang dihasilkannya saat bergerak melintasi ruang angkasa.

Philae dimaksudkan menjadi puncak misi, meskipun pendaratnya tidak berhasil. Gambar menunjukkan pantulan sinyal Philae menuju tempat peristirahatan terakhirnya.

Philae pertama kali mendarat di wilayah komet yang disebut Agilkia, sebelum memantulkan sinyal dalam dua jam. Ia kemudian bertabrakan dengan tepi tebing dan meraba-raba melintasi komet menuju lokasi pendaratan kedua.

Philae akhirnya berhenti di Abydos, area seperti gua yang terlindung. Kesalahan kedua Philae sebenarnya yang menarik perhatian para ilmuwan untuk penelitian ini. Saat menghantam komet untuk kedua kalinya, Philae mengikis permukaan batuan luar angkasa, memperlihatkan lapisan es dari saat komet pertama kali terbentuk.

Sebelum pendaratan darurat Philae, es ini belum pernah terpapar radiasi Matahari. Sebaliknya, ia tetap terlindungi di bawah permukaan komet yang berdebu.

"Philae telah meninggalkan kami dengan satu misteri terakhir yang menunggu untuk dipecahkan," kata Laurence O'Rourke, yang memimpin tim menemukan Philae, dalam sebuah pernyataan dilansir dari inverse pada Jumat (30/10).

"Sangat penting untuk menemukan situs mendaratnya karena sensor di Philae menunjukkan situs itu di dalam permukaan, kemungkinan besar mengekspos es primitif yang tersembunyi di bawahnya, yang akan memberi kami akses yang tak ternilai ke es berusia miliaran tahun," ujar O'Rourke.

Terletak hanya 30 meter dari Philae, ada area es berukuran sekitar 3,5 meter persegi. Pada saat gambar diambil, cahaya matahari langsung menyinari es, yang membuatnya tampak lebih terang dari lingkungannya.


"Pendaratan Philae yang tidak menguntungkan dapat membantu menginformasikan misi masa depan ke komet lain yang mengorbit," ucap O'Rourke.

Berita Terkait
  • Probe Rosetta Deteski Senyawa Organik pada Komet
  • Ilmuwan Publikasikan Riset Pesawat Ruang Angkasa Rosetta
  • Ilmuwan Pecahkan Misteri Air Es di Permukaan Komet
Berita Lainnya
  • Masa Pandemi, BCA Perkuat Layanan Digital
  • Gubernur Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan di Rest Area

Ilmuwan Telusuri Jejak Pendarat yang Jatuh di Komet 67P

Ilmuwan Telusuri Jejak Pendarat yang Jatuh di Komet 67P

Ilmuwan Telusuri Jejak Pendarat yang Jatuh di Komet 67P

Ilmuwan Telusuri Jejak Pendarat yang Jatuh di Komet 67P

Ilmuwan Telusuri Jejak Pendarat yang Jatuh di Komet 67P

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya