0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ilmuwan Temukan Bekas Aliran Air di Asteroid Bennu

Republika Online
Republika Online - Wed, 14 Oct 2020 06:17
Dilihat: 58
Ilmuwan Temukan Bekas Aliran Air di Asteroid Bennu

WASHINGTON -- Air sangat berharga di alam semesta karena merupakan bahan penting bagi kehidupan. Menemukan tanda-tanda adanya air di planet lain atau obyek lain merupakan hal yang sangat penting.

Sekarang, para peneliti yang mempelajari asteroid terdekat, Bennu, telah sampai pada kesimpulan yang agak mengejutkan. Asteroid yang telah dipelajari oleh pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx NASA selama beberapa tahun sekarang mungkin pernah memiliki sungai.

Beberapa makalah penelitian baru yang berfokus pada Bennu dan sejarahnya baru-baru ini diterbitkan di Science Advances. Mereka memeriksa penemuan yang telah dibuat OSIRIS-REx sejauh ini dan berusaha untuk melukiskan gambaran yang lebih jelas tentang sejarah luar angkasa yang sangat menarik.

Identifikasi mineral di permukan Bennu menunjukkan kemungkinan ada air di permukaan asteroid atau setidaknya di permukaan asteroid induk Bennu yang lebih besar.

"Studi terbaru kami menunjukkan bahwa bahan organik dan mineral yang terkait dengan keberadaan air tersebar luas di sekitar permukaan Bennu, jadi setiap sampel yang dikembalikan ke Bumi pasti mengandung senyawa dan mineral ini," kata Dr. Vicky Hamilton, salah satu peneliti dilansir di BGR, Selasa (13/10).

"Kami akan membandingkan kelimpahan relatif sampel organik, karbonat, silikat, dan mineral lainnya dengan yang ada di meteorit untuk membantu menentukan skenario yang paling menjelaskan komposisi permukaan Bennu," kata dia.

Bennu disebut "tumpukan puing" karena permukaannya yang sangat berbatu. Asteroid, yang menurut para ilmuwan mungkin agak halus, ternyata tertutup puing-puing dan bebatuan dengan berbagai ukuran. Beberapa bebatuan yang lebih besar menunjukkan bukti mineral yang mengisyaratkan aliran air di masa lalu asteroid.

"Bennu berbagi sifat komposisi ini dengan meteorit yang diubah secara berair. Korelasi ini menunjukkan bahwa setidaknya beberapa asteroid berkarbon diubah oleh air yang meresap di awal Tata Surya." jelasnya.

Misi OSIRIS-REx masih belum selesai. Tujuan akhir pesawat luar angkasa adalah mengumpulkan sampel permukaan asteroid dan mengembalikannya ke Bumi.

Pesawat luar angkasa itu akan meninggalkan Bennu pada Desember tahun ini dan akan membawa material tersebut ke Bumi di mana ia akan tiba pada akhir 2023.


Berita Terkait
  • Ilmuwan Ungkap Sejarah Kompleks dari Asteroid Bennu
  • Bongkahan Asteroid Lain Ditemukan di Asteroid Bennu
  • Ilmuwan Usulkan Cara Cegah Tabrakan Asteroid
Berita Lainnya
  • Jubir GTPP: Covid-19 di Sulbar Bertambah 23 Kasus
  • BI: Belum Ada Bank Ajukan Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek

Ilmuwan Temukan Bekas Aliran Air di Asteroid Bennu

Ilmuwan Temukan Bekas Aliran Air di Asteroid Bennu

Ilmuwan Temukan Bekas Aliran Air di Asteroid Bennu

Ilmuwan Temukan Bekas Aliran Air di Asteroid Bennu

Ilmuwan Temukan Bekas Aliran Air di Asteroid Bennu

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya