0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ilmuwan Temukan Lubang di Lapisan Es Antartika

Republika Online
Republika Online - Wed, 19 Feb 2020 15:51
Dilihat: 29
Ilmuwan Temukan Lubang di Lapisan Es Antartika

SYDNEY - Ilmuwan iklim Australia mengatakan, pemanasan global mengarah ke pencairan es Antartika yang tidak dapat dipulihkan. Menurutnya, menghilangkan karbon dari atmosfer adalah satu-satunya solusi untuk memperlambat proses tersebut.

Peneliti iklim di University of New South Wales, Zoe Thomas menilai, aktivitas manusia telah meningkatkan pemanasan global yang dapat mengakibatkan pencairan massal Antartika. Thomas merupakan bagian dari tim ilmuwan internasional yang baru-baru ini menerbitkan sebuah makalah tentang pencairan es Antartika.

Studi tersebut menunjukkan bahwa dunia bisa kehilangan sebagian besar Lapisan Es Antartika Barat. Lapisan es itu bersandar di dasar laut dan kini para ilmuwan menemukan lubang, seperti gua es, luar biasa sangat besar di Antartika Barat, yang besarnya ribuan kilometer dan tinggi sekitar 300 meter.

"Apa yang kita lihat dengan Lapisan Es Antartika Barat, bahwa awal pencairan ini begitu kita mencapai ambang tertentu, akan terus berlanjut meskipun ada upaya kita untuk menghentikannya," katanya kepada Reuters.

Tim peneliti berharap melanjutkan penelitian untuk menentukan seberapa cepat lapisan es menanggapi peningkatan suhu. Hal ini yang akan membantu memberikan kerangka waktu yang lebih konkret untuk masa depan.

Suhu terpanas yang pernah dicatat di Antartika sekiranya 18,3 derajat Celcius. Jika suhu yang lebih panas dipertahankan, dapat menyebabkan kenaikan permukaan laut.

"Ini akan secara bertahap menggusur orang saat berjalan," kata Thomas. "Kami tahu ini sudah terjadi di pulau kecil dan ini hanya akan terus terjadi secara bertahap karena semakin banyak rumah yang tergenang saat air pasang, kemudian pada air pasang normal dan bahkan pada saat air surut," ujarnya.

Thomas mengatakan bahwa satu-satunya hal yang akan memperlambat pencairan es adalah jika ekonomi di seluruh dunia mulai menghilangkan karbon. "Begitu kita berkomitmen untuk masa depan de-karbonisasi ini, maka kita dapat mulai memikirkan opsi potensial untuk mencoba menghilangkan karbon dari atmosfer," tambahnya.


Berita Terkait
  • Lebah Berpotensi Punah Akibat Perubahan Iklim
  • Perubahan Iklim Ancam Hidup Hewan 'Paling Bandel' di Dunia
  • Penelitian Soal Perubahan Iklim Raih Newton Prize 2019
Berita Lainnya
  • Thailand Temukan Enam Kasus Baru Virus Corona
  • Arena Bermain di IBF 2020 Bisa Tampung 400 Anak

Ilmuwan Temukan Lubang di Lapisan Es Antartika

Ilmuwan Temukan Lubang di Lapisan Es Antartika

Ilmuwan Temukan Lubang di Lapisan Es Antartika

Ilmuwan Temukan Lubang di Lapisan Es Antartika

Ilmuwan Temukan Lubang di Lapisan Es Antartika

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya