0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ilmuwan Temukan Piringan Galaksi Tertua

Republika Online
Republika Online - Sat, 23 May 2020 11:38
Dilihat: 70
Ilmuwan Temukan Piringan Galaksi Tertua

JAKARTA -- Ilmuwan menemukan piringan galaksi raksasa berputar terbentuk 1,5 miliar tahun setelah Big Bang. Ilmuwan Jerman dan Amerika Serikat (AS) dari National Center for Radio Astrophysics (NCRA) di Pune membuat penemuan ini dan menerbitkan penelitian dalam jurnal Nature baru-baru ini.

Galaksi itu bernama Wolfe Disk. Nama galaksi Wolfe Disk yang diambil dari nama astronom Arthur M. Wolfe. Ini adalah piringan galaksi yang paling jauh yang pernah diamati. Pengamatan ini dilakukan dengan menggunakan teleskop The Atacama Large Milimeter/submilimeter Array radio (ALMA) di Cile utara.

Sebagian besar teori pembentukan mengatakan galaksi masif terbentuk melalui penggabungan galaksi yang lebih kecil baru mulai menunjukkan cakram yang jelas, sekitar enam hingga 10 miliar setelah Big Bang. Big Bang terjadi 13,8 miliar tahun lalu.

Seperti yang dilansir dari Times of India, Jumat (22/5), penemuan piringan galaksi ketika alam semesta berusia 1,5 miliar tahun mengindikasikan ada mekanisme lain yang pasti bertanggung jawab atas pembentukan galaksi besar.

Rekan penulis Nissim Kanekar dari NCRA, Pune mengatakan galaksi yang telah terdeteksi ini terlihat berantakan.

"Mereka tampaknya telah mengalami peristiwa penggabungan yang keras, membuatnya sulit untuk membentuk cakram berputar indah, seperti Bima Sakti atau galaksi Andromeda. Wolfe Disk tampaknya telah tumbuh melalui penambahan gas yang stabil, bukan oleh peristiwa gabungan," kata Kanekar.

Dilaporkan dalam makalah yang muncul di Nature, Wolfe Disk, adalah salah satu galaksi paling produktif di alam semesta awal. Kanekar mengatakan sebagian besar galaksi di alam semesta terdeteksi melalui emisi dari bintang atau gas mereka.

"Tim kami awalnya menemukan Wolfe Disk menyerap cahaya dari quasar yang lebih jauh. Cahaya dari latar belakang quasar ini terlihat diserap seperti melewati sebuah reservoir gas hidrogen yang mengelilingi galaksi," ujarnya.

Selain itu, tim kemudian menggunakan pengamatan ALMA untuk mengidentifikasi galaksi yang menghasilkan penyerapan. Kemudian, pengamatan ALMA baru melaporkan pemodelan terperinci dari rotasi galaksi.

Fakta para imuwan menemukan Wolfe Diks menggunakan metode penyerapan itu bukan milik populasi galaksi normal yang hadir pada masa yang sangat awal.


"Ketika pengamatan ALMA baru menunjukkan ia berputar dengan cepat, kami menyadari putaran awal tidak jarang seperti yang diperkirakan dan seharusnya ada lebih banyak dari mereka di alam semesta," kata Kaneker.

Berita Terkait
  • Astronom Konfimasi Kelahiran 2 Planet Baru Seperti Jupiter
  • Peneliti Temukan Irama Aneh Bintang Berusia 'Remaja'
  • Tiga Penemuan Astronomi Menakjubkan dari Yunani Kuno
Berita Lainnya
  • Palestina Kecam Pelanggaran UEA terhadap Pejabatnya
  • Sultra Rehabilitasi Sekolah Jadi Tempat Karantina Covid-19

Ilmuwan Temukan Piringan Galaksi Tertua

Ilmuwan Temukan Piringan Galaksi Tertua

Ilmuwan Temukan Piringan Galaksi Tertua

Ilmuwan Temukan Piringan Galaksi Tertua

Ilmuwan Temukan Piringan Galaksi Tertua

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya