0
Thumbs Up
Thumbs Down

Indonesia Diundang CFS ke-46 di Roma

inilahcom
inilahcom - Mon, 21 Oct 2019 23:41
Dilihat: 41
Indonesia Diundang CFS ke-46 di Roma

Roma - Indonesia mendapat kehormatan diundang untuk memberikan opening remarks pada side event "Naming food: The intrinsic relation between indigenous food systems, traditional knowledge and language diversity (Menamakan pangan: hubungan antara sistem pangan tradisional, pengetahuan tradisional dan keanekargaman bahasa).

Side event ini diselenggarakan di sela-sela Pertemuan CFS ke-46 di Roma, Italia, Jum'at, (18/10/2019).

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi selaku Ketua Delegasi Indonesia mengungkapkan, bahwa setiap negara di dunia memiliki pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat adat dalam kehidupan sehari-hari yang disebut pengetahuan tradisional. Pengetahuan tradisional tersebut turun temurun dilestarikan dan terintegrasi dengan alam.

"Pengetahuan tradisional menjadi dasar untuk kehidupan yang harmomis antara masyarakat dengan alam semesta," ujar Agung.

Agung menambahkan, posisi geografis yang berbeda-beda membuat setiap negara memiliki kekayaan biodiversitas masing-masing yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Sebagai contoh, masyarakat Indonesia telah mengonsumsi paling tidak 100 jenis sumber karbohidrat, 100 jenis kacang-kacangan, 450 jenis buah dan 250 jenis sayur.

Meskipun demikian, kecepatan perkembangan pengetahuan tradisional lebih lambat dibandingkan dengan perubahan iklim yang terjadi.

Menurut Agung, situasi ini membuat masyarakat adat mendapat dampak yang paling buruk, terutama mereka yang tinggal di pulau-pulau kecil, hutan tropis atau pegunungan.

"Dalam hal ini, kita harus memperkuat ketahanan pangan berdasarkan pengetahuan lokal dan sumberdaya lokal, termasuk mendorong pangan lokal," imbuh Agung.

Sebagai penutup dalam opening remark, Agung mengusulkan untuk membuat gambaran besar tentang integrasi antara pengetahuan tradisional dengan inovasi pengetahuan dan teknologi modern untuk menciptakan ketahanan pangan, terutama masyarakat adat yang tinggal di wilayah rentan.

"Hal ini penting untuk mencapai target Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, yaitu mengakhiri kelaparan dan kerawanan pangan," pungkas Agung.

CFS ke-46 dilaksanakan pada tanggal 14 - 18 Oktober 2019 di Roma, Italia. CFS merupakan forum internasional yang membahas kebijakan ketahanan pangan dan gizi secara inklusif melalui perumusan kesepakatan bersama dengan melibatkan beragam pemangku kebijakan dari seluruh dunia. [*]

Sumber: inilahcom

Indonesia Diundang CFS ke-46 di Roma

Indonesia Diundang CFS ke-46 di Roma

Indonesia Diundang CFS ke-46 di Roma

Indonesia Diundang CFS ke-46 di Roma

Indonesia Diundang CFS ke-46 di Roma

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya