0
Thumbs Up
Thumbs Down

Indonesia Kaya Tanaman Obat, Pakar Kedepankan Uji Klinis

Republika Online
Republika Online - Wed, 05 Aug 2020 03:37
Dilihat: 60
Indonesia Kaya Tanaman Obat, Pakar Kedepankan Uji Klinis

JAKARTA -- Peneliti dari IPB University menyebutkan, sebanyak 80 persen tanaman obat yang ada di dunia terdapat di Indonesia. Tanaman obat itu bisa digunakan sebagai ramuan herbal untuk pencegahan maupun pengobatan penyakit.

"Indonesia memiliki 143 juta hektare hutan tropis yang merupakan rumah bagi 80 persen tanaman obat di dunia," kata peneliti dari Pusat Studi Biofarmaka Tropis (TropBRC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University Rudi Heryanto MSi, dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Selasa, sesuai hasil seminar daring yang diselenggarakan oleh TropBRC.

Rudi mengatakan, diperkirakan ada sekitar 25 ribu hingga 30 ribu tanaman yang berpotensi untuk dijadikan tanaman obat. Penelitian terbaru dari pakar IPB University mengidentifikasi 1.845 spesies tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai obat.

Ahli dari Laboratorium Biomedis dan Desain Obat Komputasi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Prof Dr Arry Yanuar mengatakan bahwa banyak obat herbal dikenal di seluruh dunia sebagai obat alternatif untuk menyembuhkan penyakit. Jamu adalah formulasi dari berbagai tanaman herbal.

Menurut Arry, banyak senyawa dari alam yang dapat digunakan sebagai bahan obat. Penemuan obat dari tanaman herbal tersebut membutuhkan metode untuk mengetahui senyawa yang terkandung di dalam tanaman obat.

"Herbal dapat ditemukan dengan metode ilmiah menggabungkan berbagai bahan herbal," jelas Arry.

Ramuan herbal, menurut Arry, tetap harus melewati berbagai uji klinis obat herbal sebelum dapat dikonsumsi. Formulasi herbal dapat menggunakan berbagai metode, salah satunya menggunakan jaringan etnofarmakologis.

"Pendekatan ini diterapkan pada bahan alami dengan aktivitas tertentu menggunakan data eksperimental," katanya.

Dosen IPB University dari Departemen Statistik dan peneliti TropBRC Dr Farit Mochamad Afendi menjelaskan bahwa setiap tanaman memiliki sifat yang berbeda. Bahkan, ada tanaman dengan berbagai khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, sedangkan beberapa tanaman khusus hanya bisa untuk penyakit tertentu dan banyak juga yang memiliki manfaat umum.

Menurut Farit, keterampilan dalam memahami sifat ini penting untuk meramu ramuan herbal. Ia mengungkapkan, tanaman yang paling sering digunakan dalam membuat herbal adalah jahe dan kunyit.

"Beberapa tanaman memiliki fungsi untuk menghilangkan rasa sakit, antibiotik, stimulan, dan fungsi lainnya. Pengembangan obat herbal harus dilakukan dengan cara pendekatan praktis berdasarkan konsep multi-komponen, multi-target, dan sinergi," kata Farit.


Berita Terkait
  • Guru Besar UGM: Obat Herbal Sebagai Terapi Pendukung
  • Indonesia Dinilai Bisa Garap Tren Obat Herbal
  • Tanaman Obat, Tingkatkan Imunitasdan Ekonomi Petani
Berita Lainnya
  • Indonesia Kaya Tanaman Obat, Pakar Kedepankan Uji Klinis
  • Harga Tertinggi Bitcoin Diprediksi Tembus Rp411 Juta!

Indonesia Kaya Tanaman Obat, Pakar Kedepankan Uji Klinis

Indonesia Kaya Tanaman Obat, Pakar Kedepankan Uji Klinis

Indonesia Kaya Tanaman Obat, Pakar Kedepankan Uji Klinis

Indonesia Kaya Tanaman Obat, Pakar Kedepankan Uji Klinis

Indonesia Kaya Tanaman Obat, Pakar Kedepankan Uji Klinis

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya