0
Thumbs Up
Thumbs Down

Indonesia Masih Darurat Narkoba

Nusabali
Nusabali - Wed, 28 Oct 2020 08:24
Dilihat: 38
Indonesia Masih Darurat Narkoba
Bagi Putera Astaman, saat ini Indonesia juga masih dalam keadaan darurat narkoba. "Indikatornya ada beberapa hal. Antara lain, yang baru saja terjadi adalah penangkapan 141 pendemo oleh jajaran Polres Karawang," ujar Putera Astaman dalam webinar nasional yang diselenggarakan BERSAMA untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda bertajuk Pemuda Indonesia Membebaskan Anak Bangsa Dari Cengkraman Darurat Narkoba, Selasa (27/10).

Dari 141 orang tersebut, 48 orang positif narkoba. Hal ini menunjukan lebih dari 30 persen dari mereka adalah pecandu narkoba. Rata-rata mereka adalah kalangan muda yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA serta ada pula yang tidak sekolah.

"Indikasi ini sangat memprihatinkan sekali," imbuh Putera Astaman. Terlebih ada oknum polisi berpangkat Kompol menjadi pengedar narkoba sebanyak 16 kg di Riau. Dalam penangkapannya terjadi tembak menembak sehingga semakin memperlihatkan fenomena seperti puncak gunung es.

Bahkan Kapolda Riau dalam wawancaranya mengungkapkan, dari 2553 anak buahnya yang terlibat pelanggaran atau kejahatan, ada 113 orang. Mayoritas mereka tersangkut kasus narkoba dan dipecat.

Lalu beberapa bulan lalu, Kapolda Sumatera Selatan mengumpulkan anak buahnya. Dia meminta agar anak buahnya melakukan pengakuan dosa, jika tidak akan ditindak. Hasilnya, 250 orang mengaku melakukan pelanggaran.

"Sebagian terindikasi narkoba. Jadi narkoba tidak hanya berada di kalangan masyarakat saja, melainkan di kepolisian maupun kalangan lainnya," ucap Putera Astaman.

Oleh karena itu, kata Putera Astaman, Instruksi Presiden No 22 tahun 2020 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalagunaan dan peredaran narkotika dan prekusor narkotika harus dimaknai secara besar-besaran. Contoh dengan melakukan tes urine kepada semua ASN dan teruna teruni sekolah kedinasan guna menunjukan mereka bersih dari narkoba.

Tak ketinggalan tes urin juga perlu dilakukan ke masyarakat. Dengan begitu akan diketahui mana positif dan negatif. Tes urin tersebut perlu dilakukan secara terus menerus agar dapat mengurangi demand. "Kita sudah mengurangi supplay, tapi tidak hanya cukup melakukan itu. Melainkan perlu mengurangi demand pula," jelas Putera Astaman.

Tak kalah penting, harus melakukan pencegahan secara bersama-sama agar para pengguna narkoba tidak meningkat. Salah satunya melalui sosialisasi atau mengkampanyekan gerakan anti narkoba kepada semua masyarakat. Selanjutnya melakukan menyembuhan kepada mereka yang telah terpapar narkoba. *k22
Sumber: Nusabali

Indonesia Masih Darurat Narkoba

Indonesia Masih Darurat Narkoba

Indonesia Masih Darurat Narkoba

Indonesia Masih Darurat Narkoba

Indonesia Masih Darurat Narkoba

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya