0
Thumbs Up
Thumbs Down

Inggris Bilang Perang Antara Iran dan AS Hanya Untungkan Teroris

wartaekonomi
wartaekonomi - Tue, 07 Jan 2020 22:26
Dilihat: 16
Brussels

Pemerintah Inggris ingin berusaha mengurangi ketegangan dengan Iran. Menurutnya, peperangan di Timur Tengah hanya menguntungkan kelompok milisi, khususnya ISIS.

"Apa yang kami ingin lakukan adalah mengurangi ketegangan dengan Iran dan memastikan sehubungan dengan Irak kami tidak kehilangan kemenangan yang kita peroleh dari ISIS," ujar Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab di kantor pusat Uni Eropa di Brussels, Belgia, Selasa (7/1/2020).

"Kami khawatir jika kami melihat perang yang meletus sepenuhnya akan sangat merusak, dan para teroris, khususnya ISIS, akan menjadi satu-satunya pemenang," kata Raab.

Baca Juga: Jika Semakin Memburuk, Menlu Retno Rencanakan Evakuasi WNI di Timur Tengah

Dia mengatakan sedang berkoordinasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa. "Itulah sebabnya saya pergi ke Brussels hari ini guna memastikan kami mengirim pesan yang sangat jelas dan konsisten tentang perlunya deeskalasi serta menemukan jalur diplomatik," ucapnya.

Kekhawatiran pecahnya perang antara Iran dan AS terjadi setelah Washington membunuh Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qassem Soleimani di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada Jumat pekan lalu.

Dia tewas akibat serangan drone atau pesawat nirawak AS yang membidik konvoi Popular Mobilization Forces (PMF), pasukan paramiliter Irak yang memiliki kedekatan dengan Iran.

Soleimani merupakan tokoh militer Iran yang memiliki pengaruh besar di kawasan Timur Tengah. Ia dipercaya memimpin Pasukan Quds, sebuah divisi atau sayap dari Garda Revolusi Iran yang bertanggung jawab untuk operasi ekstrateritorial, termasuk kontra-intelijen di kawasan.

Baca Juga: Inggris Bilang Serangan Terhadap Soleimani Bentuk Bela Diri

Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi mengatakan pembunuhan Soleimani merupakan tindakan perang. Menurutnya, Iran layak melakukan aksi balasan.

"Pasti akan ada balas dendam, balas dendam yang keras. Respons terhadap aksi militer adalah aksi militer. Oleh siapa, kapan, di mana? Itu untuk masa depan untuk disaksikan," ujar Ravanchi.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syahrianto


Foto: Fars News Agency/West Asia News Agency/Hossein Mersadi

Sumber: wartaekonomi

Inggris Bilang Perang Antara Iran dan AS Hanya Untungkan Teroris

Inggris Bilang Perang Antara Iran dan AS Hanya Untungkan Teroris

Inggris Bilang Perang Antara Iran dan AS Hanya Untungkan Teroris

Inggris Bilang Perang Antara Iran dan AS Hanya Untungkan Teroris

Inggris Bilang Perang Antara Iran dan AS Hanya Untungkan Teroris

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya