0
Thumbs Up
Thumbs Down

Inggris di Lockdown, Valuasi Bisnis Ratu Elizabeth Turun Rp10 Triliun!

wartaekonomi
wartaekonomi - Mon, 21 Sep 2020 13:00
Dilihat: 30
Jakarta

Crown Estate merupakan bisnis real estate yang mengelola petak-petak West End London dan pedesaan Inggris. Bisnis tersebut dipegang langsung oleh Ratu Elizabeth dan pemerintah Inggris. Baru-baru ini dilaporkan Forbes, telah mengalami penurunan nilainya sebesar USD716 juta (Rp10,5 triliun) setelah lockdown akibat pandemi Covid-19 di Inggris.

Laporan Tahunan Crown Estate untuk 2019/20 menunjukkan portofolio Royal turun nilainya sebesar 1,2% menjadi USD17,4 miliar (Rp255 triliun) karena London ditutup selama musim panas, menjadikan toko-toko kosong dan sewa ritel belum dibayar.

Baca Juga: Lomba Foto Lockdown Inggris Dipuji Ratu Elizabeth

Namun, meskipun kondisi perdagangan belum pernah terjadi sebelumnya, Crown Estate masih menghasilkan keuntungan kecil tahun lalu. CEO Dan Labbad melaporkan pertumbuhan 0,4%, memberikan keuntungan pendapatan sebesar USD447 juta (Rp6,5 miliar).

The Crown Estate yang secara resmi disebut sebagai "real estate publik yang berdaulat" oleh Komite Keuangan Parlemen Inggris sejak 2010 mencakup sebagian distrik perbelanjaan West End London, di samping Windsor Estate dan Ascot Racecourse.

Sejak 1961, dilansir dari Forbes di Jakarta, Senin (21/9/2020) Crown Estate telah menjadi bisnis komersial independen yang mengirimkan keuntungannya ke Departemen Keuangan. Bahkan dilaporkan telah menghasilkan USD3,7 miliar (Rp54 triliun) untuk keuangan Inggris selama dekade terakhir. Itu tidak dianggap sebagai bagian dari kekayaan bersih pribadi Ratu Elizabeth.

Crown Estate akan mengatur pembayarannya ke Departemen Keuangan tahun ini dalam proses bertahap di mana pembayaran dari keuntungan USD447 juta akan dibagi-bagi.

Pembayaran pertama sebesar USD113 juta (Rp1,6 triliun) ke Departemen Keuangan Inggris Raya dan dibayarkan pada bulan Juli dengan pembayaran lebih lanjut diikuti seiring dengan berkembangnya kondisi perdagangan.

Ratu Elizabeth biasanya menerima 25% pendapatan dari Crown Estate dari pemerintah Inggris sebagai hibah berdaulat, namun akibat pandemi harus ditunda selama dua tahun.

Crown Estates juga telah menangguhkan (tidak membatalkan) distribusi bonus untuk semua staf untuk tahun tersebut dengan anggota dewan dan pimpinan senior mengambil pengurangan gaji sementara sebesar 20%.

Pada Mei 2019, Forbes memperkirakan kekayaan bersih pribadi Ratu menjadi USD500 juta (Rp7,3 triliun) sedangkan nilai gabungan kepemilikan Kerajaan Inggris dengan Crown Estate, the Duchy of Lancaster (sebuah perwalian real estat) diperkirakan bernilai USD25 miliar (Rp366 triliun).

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami


Foto: Peter Nicholls

Sumber: wartaekonomi

Inggris di Lockdown, Valuasi Bisnis Ratu Elizabeth Turun Rp10 Triliun!

Inggris di Lockdown, Valuasi Bisnis Ratu Elizabeth Turun Rp10 Triliun!

Inggris di Lockdown, Valuasi Bisnis Ratu Elizabeth Turun Rp10 Triliun!

Inggris di Lockdown, Valuasi Bisnis Ratu Elizabeth Turun Rp10 Triliun!

Inggris di Lockdown, Valuasi Bisnis Ratu Elizabeth Turun Rp10 Triliun!

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya