0
Thumbs Up
Thumbs Down

Inggris tak Akui Pernikahan Pasangan Muslim Ini

Republika Online
Republika Online - Mon, 17 Feb 2020 04:20
Dilihat: 149
Inggris tak Akui Pernikahan Pasangan Muslim Ini

LONDON -- Baru-baru ini putusan pengadilan terkait pernikahan syariah Muslim di Inggris menjadi sorotan berbagai kalangan, terlebih ketika pernikahan itu tak diakui hukum negara. Gugatan cerai yang diajukan pasangan Muslim Inggris itu tak bisa dijalankan dengan lancar di pengadilan.

Direktur Southall Black Sisters, Pragna Patel mengatakan, langkah pengadilan itu dianggap sebagai paksaan untuk wanita Muslim agar beralih ke pengadilan syariah. Dia menilai, akibat yang akan dihasilkan ke depannya akan signifikan bagi anak dan perempuan.

"Apa yang kami saksikan adalah pengalihdayaan keadilan dalam masalah keluarga ke sistem arbitrase keagamaan yang berbasis masyarakat tak bertanggung jawab,"ujar dia seperti dilansir Sky News, Ahad (16/2).

Master of the Rolls, Sir Terence Etherton menyatakan, pertimbangan dari pengadilan itu diambil berdasarkan keputusan dua hakim lainnya. Di mana, upacara pernikahan Islam itu dinilai tak memenuhi syarat sah dalam hukum negara.

Bahkan dia menegaskan, pasangan suami istri itu tak pernah menikah di bawah ketentuan hukum Inggris. Meskipun, menurut dia yang bersangkutan disebut mengetahuinya.

"Upacara itu tidak dilakukan di gedung terdaftar. Selain itu, tidak ada pemberitahuan telah diberikan kepada pendaftar pengawas, tidak ada sertifikat yang dikeluarkan, dan tidak ada pendaftar atau orang yang berwenang hadir pada upacara tersebut," Kata dia.

Menurut dia, para pihak juga disebut telah mengetahui pernikahan Muslim tak memiliki efek hukum. Oleh sebab itu dia menegaskan, pasangan yang akan bercerai itu harus menyelesaikan persyaratan yang relevan jika ingin dilindungi hukum.

Pengadilan Inggris memutuskan pernikahan Nasreen Akhter and Mohammed Shabaz Khan tidak sah berdasarkan hukum Inggris. Pernikahan keduanya dilakukan di sebuah restoran.

Akhter kemudian mengajukan cerai pada 2016. Namun, keputusan pengadilan berarti dia tidak bisa mendapatkan harta gono-gini layaknya pasangan sah.

Keduanya memiliki empat anak dan berniat mencatatkan pernikahan di catatan sipil. Namun, meski Akhter terus mengingatkan hal itu, keduanya akhirnya tidak pernah melakukannya.


Gugatan cerai yang diajukan Akhter terhadap suaminya berdasarkan hukum sipil Inggris berjalan cukup alot. Akhter kemudian mengajukan permohonan ke pengadilan tinggi pada November 2016. Hakim mengabulkan 'dekrit nol' dan keduanya mencapai kesepakatan finansial.

Berita Terkait
  • Muslim Stoke on Trent Inggris akan Miliki Tempat Parkir Luas
  • Youtuber Muslimah Inggris Menang British Muslim Awards
  • Masjid Green Lane Birmingham Raih Mosque of the Year
Berita Lainnya
  • Thailand Temukan Enam Kasus Baru Virus Corona
  • Arena Bermain di IBF 2020 Bisa Tampung 400 Anak

Inggris tak Akui Pernikahan Pasangan Muslim Ini

Inggris tak Akui Pernikahan Pasangan Muslim Ini

Inggris tak Akui Pernikahan Pasangan Muslim Ini

Inggris tak Akui Pernikahan Pasangan Muslim Ini

Inggris tak Akui Pernikahan Pasangan Muslim Ini

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya