0
Thumbs Up
Thumbs Down

Inggris Tarik Buku Pelajaran Sejarah karena Pro-Israel

Republika Online
Republika Online - Thu, 10 Jun 2021 08:26
Dilihat: 44
Inggris Tarik Buku Pelajaran Sejarah karena Pro-Israel

LONDON -- Dewan pemeriksa di Inggris menarik kembali buku-buku pelajaran yang membahas masalah Israel dan Palestina yang tengah berlangsung setelah adanya tuduhan konten di dalam buku menguntungkan Israel. Akibat penarikan buku pelajaran tersebut, kekhawatiran meningkat di sekolah Inggris pada kemampuan sekolah untuk secara akurat mengajar siswa tentang konflik yang tengah berlangsung antara Israel dan Palestina.

Satu set buku sejarah yang diterbitkan oleh Pearson ditarik setelah revisi kedua dituduh oleh para akademisi menyajikan pandangan bias yang menguntungkan Israel. Kritikan muncul setelah dilakukan suntingan panjang yang dibuat atas arahan beberapa organisasi Yahudi, Dewan Deputi Yahudi Inggris, dan Pengacara Inggris untuk Israel.

Laporan para profesor dari British Committee for the Universities of Palestine (Bricup) menemukan ada 294 perubahan dilakukan pada dua buku teks, yang sebagian besar mendukung Israel. Menyusul laporan tersebut, Pearson menarik buku teks tersebut untuk ditinjau. Buku-buku teks Edexcel yang dimaksud adalah Conflict in the Middle East c1945-1995 for GCSE yang diterbitkan pada 2016 dan The Middle East: Conflict, Crisis and Change 1917-2012 yang diterbitkan pada 2017.

Dua peneliti dan guru Timur Tengah, khususnya konflik Israel-Palestina, John Chalcraft dan James Dickins melakukan perbandingan baris demi baris dari versi aslinya dan menemukan revisi tersebut sangat pro-Israel. Salah satu contoh perubahan yang membuat perbedaan substansial pada pembingkaian Israel-Palestina adalah deskripsi pembantaian Deir Yassin.

Dalam buku teks asli, pembantaian pasukan Israel yang menewaskan sedikitnya 107 warga sipil Palestina digambarkan sebagai salah satu kekejaman terburuk perang. Namun, dalam teks revisi baru, kata "kekejaman (atrocities)" diubah menjadi "tindakan (act)".

Dalam contoh lain, sebuah foto dengan judul "Anak-anak Menyeberangi Limbah Meluap di Kamp Pengungsi Jabalya di Gaza" diubah dengan menghilangkan kata "limbah". Dengan demikian menurut laporan itu, revisi teks tersebut mencegah siswa mendapatkan informasi tentang fakta penting kehidupan warga Palestina di Gaza dan membuat foto tersebut sangat sulit ditafsirkan.

Selain itu, rujukan pada kekerasan dan agresi Yahudi dan/atau Israel telah dihilangkan atau diperlunak. Sementara rujukan pada kekerasan atau agresi Arab dan/atau Palestina telah ditambahkan atau diintensifkan.


Berita Terkait
  • Buldoser Israel Rusak Jalan Pertanian di Hebron
  • Israel: Pawai Sayap Kanan Bisa Digelar di Kota Tua Yerusalem
  • Anggota Parlemen Israel Ingin Masuk Paksa Kompleks Al Aqsa
Berita Lainnya
  • 350Ribu Orang di Tigray Ethiopia Alami Kelaparan
  • UEFA Dukung Aksi Berlutut Timnas Inggris Sebelum Laga

Inggris Tarik Buku Pelajaran Sejarah karena Pro-Israel

Inggris Tarik Buku Pelajaran Sejarah karena Pro-Israel

Inggris Tarik Buku Pelajaran Sejarah karena Pro-Israel

Inggris Tarik Buku Pelajaran Sejarah karena Pro-Israel

Inggris Tarik Buku Pelajaran Sejarah karena Pro-Israel

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya