0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ini Alasan Mengapa Covid-19 tidak Membunuh Kelelawar

Republika Online
Republika Online - Sun, 12 Jul 2020 17:13
Dilihat: 70
Ini Alasan Mengapa Covid-19 tidak Membunuh Kelelawar

JAKARTA -- Kelelawar merupakan pembawa virus mematikan yang menyerang manusia seperti ebola, rabies, dan mungkin jenis virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan virus corona. Namun, virus ini tidak membunuh kelelawar tetapi manusia.

Kelelawar sangat bisa mentoleransi virus, dan hidup lebih lama dari mamalia darat berukuran serupa. Apa rahasia kelelawar bisa berumur panjang dan tahan terhadap virus?

Menurut para peneliti di University of Rochester di AS, umur panjang dan kapasitas kelelawar dalam mentoleransi virus mungkin berasal dari kemampuan mereka mengendalikan peradangan yang merupakan ciri khas penyakit dan penuaan.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism, profesor Vera Gorbunova dan Andrei Seluanov menggambarkan mekanisme yang mendasari kemampuan unik kelelawar. Mereka meneliti bagaimana mekanisme itu dapat menjadi petunjuk untuk mengembangkan obat baru bagi penyakit pada manusia.

"Mungkin ada hubungan yang sangat kuat antara resistensi kelelawar terhadap penyakit menular dan umur panjang mereka. Kami juga menyadari kelelawar dapat memberikan petunjuk untuk terapi manusia yang digunakan untuk memerangi penyakit," kata Gorbunova seperti dilansir Times Now News, Ahad (12/7)

Tidak seperti manusia, kelelawar telah mengembangkan mekanisme spesifik yang mengurangi replikasi virus dan menambah kekebalan terhadap virus. Hasilnya adalah keseimbangan yang menguntungkan; sistem kekebalan tubuh kelelawar mengendalikan virus tetapi pada saat yang sama, tidak meningkatkan respons peradangan yang kuat.

Banyak spesies kelelawar hidup di koloni yang besar, padat, dan saling berdekatan di langit-langit gua atau di pohon. Kondisi itu ideal untuk menularkan virus dan patogen lainnya.

"Kelelawar terus-menerus terpapar virus. Mereka selalu terbang keluar dan membawa kembali sesuatu yang baru ke gua atau sarang, dan mereka mentransfer virus karena mereka hidup dalam jarak yang begitu dekat satu sama lain," kata Seluanov.

Karena kelelawar terus-menerus terpapar virus, sistem kekebalan tubuh mereka terus berlomba dengan patogen. Biasanya, pendorong terkuat dari sifat-sifat baru dalam evolusi adalah perlawanan dengan patogen.

"Berurusan dengan semua virus ini mungkin membentuk kekebalan dan umur panjang kelelawar," jelas dia.

Peneliti berharap dengan mempelajari sistem kekebalan kelelawar akan memberikan target baru memerangi penyakit dan penuaan pada manusia. Misalnya, kelelawar telah bermutasi atau sepenuhnya menghilangkan beberapa gen yang terlibat dalam peradangan; para ilmuwan dapat mengembangkan obat untuk menghambat gen-gen ini pada manusia.

Sumber: https://www.timesnownews.com/health/article/researchers-explain-why-covid-19-is-not-killing-bats-or-making-them-sick/620250


Berita Terkait
  • Stafsus Presiden Uji Cepat Covid-19 di Ponpes As Shidiqiyah
  • Positif Covid Tambah 1.681, Sebagian Besar tanpa Gejala
  • Thailand Uji Klinis Calon Vaksin Corona ke Manusia November
Berita Lainnya
  • Humor Gus Dur: Lelucon Tentang Lotere Yahudi
  • Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Parmuka Didisinfeksi

Ini Alasan Mengapa Covid-19 tidak Membunuh Kelelawar

Ini Alasan Mengapa Covid-19 tidak Membunuh Kelelawar

Ini Alasan Mengapa Covid-19 tidak Membunuh Kelelawar

Ini Alasan Mengapa Covid-19 tidak Membunuh Kelelawar

Ini Alasan Mengapa Covid-19 tidak Membunuh Kelelawar

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya