0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ini Antisipasi Penyebaran Varian Omicorn Kata Guru Besar FKU

Republika Online
Republika Online - Sat, 27 Nov 2021 09:29
Dilihat: 65
Ini Antisipasi Penyebaran Varian Omicorn Kata Guru Besar FKU

JAKARTA -- Guru Besar FKUI Tjandra Yoga Aditama memberi sejumlah saran dalam mencegah penyebaran varian Covid-19 B.1.1.529 atau kini dikenal omicorn. WHO baru saja menggolongkan omicorn dalam kategori kewaspadaan tertinggi, yaitu variant of concern (VOC).

Pertama, Prof Tjandra menyarankan, tata ulang aturan masuknya pengunjung dari negara yang melaporkan varian omicorn. Mekanismenya dengan mengecek secara rinci riwayat perjalanan, karena bisa saja sekarang datang dari negara aman, tapi beberapa hari sebelumnya berkunjung ke negara terjangkit. Lalu mereka yang datang dari luar negeri harus dikarantina dengan lebih ketat

"Kedua, meningkatkan jumlah pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) pada pendatang. Juga meningkatkan WGS di dalam negeri, sebaiknya dapat sampai beberapa puluh ribu pemeriksaan seperti dilakukan India," kata Prof Tjandra dalam keterangannya kepada Republika, Sabtu (27/11).

Ketiga, dia menekankan, surveilans berbasis laboratorium harus ditingkatkan kalau ada klaster kasus di berbagai Kabupaten atau Kota. Selanjutnya, meningkatkan jumlah test agar semua daerah melakukan test sesuai jumlah minimal WHO sehingga tidak hanya angka nasional.

"Kelima, melakukan telusur pada semua kontak dari seorang kasus, setidaknya sebagian besar, kalau ditetapkan hanya 8 orang yang ditelusur maka pada berbagai keadaan mungkin belum cukup," ujar mantan petinggi Kemenkes itu.

Selain itu, Prof Tjandra mengingatkan, supaya masyarakat mengikuti program vaksinasi Covid-19 agar 55 persen rakyat yang belum mendapat vaksin memadai (2 kali) segera mendapatkannya, termasuk Lansia. Terakhir, dia menganjurkan, masyarakat dan pemerintah selalu mengikuti perkembangan ilmiah yang mungkin berubah amat cepat.

"Semua keputusan harus berdasar bukti ilmiah. Untuk kita anggota masyarakat luas maka tetaplah ketat menjaga protokol kesehatan, 3M dan 5M," ucap mantan Direktur WHO Asia Tenggara tersebut.


Berita Terkait
  • Mengatasi Gejala Kelelahan Penyintas Covid-19
  • KPPPA: Persentase Anak Perempuan Alami Depresi Lebih Tinggi
  • Satgas Imbau Perbelanjaan Tegakkan Prokes Pengunjung
Berita Lainnya
  • UMM Dorong Petani Milenial Manfaatkan Potensi Pertanian
  • Gubernur Lampung Buka MTQ ke-48

Ini Antisipasi Penyebaran Varian Omicorn Kata Guru Besar FKU

Ini Antisipasi Penyebaran Varian Omicorn Kata Guru Besar FKU

Ini Antisipasi Penyebaran Varian Omicorn Kata Guru Besar FKU

Ini Antisipasi Penyebaran Varian Omicorn Kata Guru Besar FKU

Ini Antisipasi Penyebaran Varian Omicorn Kata Guru Besar FKU

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya