0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ini yang Terjadi Jika Tolak Kebijakan Privasi Baru WhatsApp

Republika Online
Republika Online - Tue, 23 Feb 2021 14:14
Dilihat: 208
Ini yang Terjadi Jika Tolak Kebijakan Privasi Baru WhatsApp

CALIFORNIA-Pada awal Januari, WhatsApp mengumumkan kebijakan privasi baru untuk pengguna non Uni Eropa. Pengguna diminta untuk menyetujui persayaran yang baru sampai 15 Mei. Jika tidak, aplikasi tidak akan bisa digunakan lagi.

Seperti yang dilansir dari Techspot, mereka yang menolak untuk mematuhi kebijakan baru akan menemukan akun mereka tidak akan langsung dihapus, tetapi fungsinya akan sangat terbatas. Mereka tidak lagi dapat mengirim atau membaca pesan dari aplikasi dan meskipun menerima panggilan dan pemberitahuan dimungkinkan. Fitur tersebut juga akan hilang setelah beberapa pekan.

WhatsApp mencatat pengguna masih dapat menerima pembaruan setelah 15 Mei, tetapi platform memperingatkan biasanya akun akan dihapus setelah 120 hari tidak aktif.

Awalnya, pembaruan kebijakan ini seharusnya berlaku pada 8 Februari. Namun, kebijakan itu memicu kecaman dari pengguna Facebook. Pengguna khawtir kebijakan baru akan memungkinkan Facebook mengakses percakapan WhatsApp pribadi.

Pekan lalu, WhatsApp memperjelas cara kerja perpesanan setelah pembaruan privasi. Head of WhatsApp Will Cathcart mengatakan WhatApp sedang mengembangkan cara-cara baru untuk chat dengan atau berbelanja dari bisnis di WhatsApp yang sepenuhnya bersifat opsional. Dia menekankan, pesan pribadi akan selalu terenkripsi secara end-to-end. WhatsApp tidak dapat membaca pesan atau mendengarkan panggilan pengguna.

Misalnya, opsi bagi bisnis untuk memasang tombol di laman toko Facebook-nya yang bisa menghubungkan konsumennya untuk mengirim pesan ke bisnis tersebut di WhatsApp.

Ataupun, opsi penggunaan third-party hosting untuk WhatsApp Business API. WhatsApp menekankan pembaruan kebijakan ini tidak memengaruhi privasi pesan pribadi dengan teman dan keluarga.


Dia menekankan pembaruan ini tidak memperluas kemampuan WhatsApp untuk berbagi data dengan Facebook.

Berita Terkait
  • Australia Tegaskan tidak Sosialisasi Vaksinasi di Facebook
  • Clubhouse Diunduh 4,6 Juta Kali dalam Dua Pekan
  • Blokir Konten Berita di Australia, Saham Facebook Kena Batunya
Berita Lainnya
  • 'Kembangkan Pola Pikir Jadi Kunci Serap Perubahan'
  • Badan Sertifikasi Halal Meksiko Target Masuk Pasar Indonesia

Ini yang Terjadi Jika Tolak Kebijakan Privasi Baru WhatsApp

Ini yang Terjadi Jika Tolak Kebijakan Privasi Baru WhatsApp

Ini yang Terjadi Jika Tolak Kebijakan Privasi Baru WhatsApp

Ini yang Terjadi Jika Tolak Kebijakan Privasi Baru WhatsApp

Ini yang Terjadi Jika Tolak Kebijakan Privasi Baru WhatsApp

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya