0
Thumbs Up
Thumbs Down

Islam di Tengah Era Kemajuan Zaman, Harus Bagaimana?

Republika Online
Republika Online - Mon, 30 Nov 2020 23:07
Dilihat: 37
Islam di Tengah Era Kemajuan Zaman, Harus Bagaimana?

YOGYAKARTA - Kehidupan manusia mengalami perkembangan luar biasa seiring kemajuan teknologi. Namun, ada fakta yang banyak terabaikan yaitu kemajuan teknologi tidak cuma memangkas jarak dan waktu, tapi sering memangkas sisi-sisi humanis kehidupan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, mengatakan, kita semua tidak pernah membayangkan hidup pada era 4.0 melibatkan teknologi ke banyak sisi hidup. Bahkan, perubahan terjadi begitu cepat, meninggalkan mereka yang tidak mampu beradaptasi.

Bahkan, banyak negara-negara yang sudah mulai memasuki rekayasa 5.0 dan 6.0, yang digadang memasukan kembali aspek-aspek humanis. Sebab, mulai banyak yang menyadari 4.0 memiliki kekuatan yang terlalu cenderung ke mesin, cenderung ke instrumental.

"Tapi, kita tidak tahu di 5.0 dan 6.0 aspek human apakah hanya merupakan artificial atau sesuatu yang integratif dengan rekayasa dan perubahan kemajuan teknologi itu," kata Haedar saat memberikan pidato iftitah dalam Munas Tarjih Muhammadiyah, Ahad (29/11).

Dia melihat, pada 4.0 manusia mempertaruhkan artificial intelligence dan rekayasa genetik. Karenanya, akan muncul apa yang disebut revolusi ilmu pengetahuan luar biasa, bahkan manusia bisa merekayasa hal-hal yang dulunya bersifat metafisik.

Kini, semua itu jadi urusan bersifat teknis dan pragmatis, termasuk hidup dan mati. Walaupun dalam perspektif agama ada dimensi metafisik, dengan revolusi teknologi manusia bisa merekayasa konsep kehidupan dan kematian untuk memperpanjang usia.

Haedar mengingatkan, itu akan membawa dampak kepada proses sekularisasi luar biasa, seperti persoalan hidup dan mati yang hanya teknis dan teknologis. Karenanya, bagi agama yang merupakan pedoman hidup manusia, itu semua menjadi tantangan luar biasa.

"Tantangannya, apakah Islam bisa hadir menjawab tantangan zaman dengan interpretasi dan reinterpretasi, yang di satu sisi harus kokoh ke prinsip prinsip Islam, tapi di sisi lain mampu menjawab tantangan zaman," ujar Haedar.

Pada kesempatan itu, pandangan serupa disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dia berpendapat, pada era digitalisasi saat ini manusia sendiri sudah harus mulai memikirkan penguatan sisi-sisi humanis dalam kehidupan.

Pembahasan itu dirasa penting agar jangan sampai apa-apa yang dilakukan manusia dikendalikan mesin, seperti dalam bidang pendidikan. Menurut Khofifah, harus tetap ada sisi-sisi humanis yang kuat karena ahlak, karakter dan kearifan ada di sana. "Format seperti ini mungkin bisa jadi titik pembahasan, jangan kita digerakkan oleh robot, tapi robot digerakkan oleh kita," kata Khofifah.


Berita Terkait
  • PCIM Amerika Gelar Musyawarah Tahunan Pertama
  • Muhammadiyah Sikapi Kasus Kekerasan di Sigi
  • Haedar Nashir: Teknologi Ancam Geser Peran Agama
Berita Lainnya
  • Dinkes: Riau akan Mendapat Jatah 4 Juta Vaksin Covid-19
  • Sistem Pendidikan Kuttab Mulai Marak di Indonesia?

Islam di Tengah Era Kemajuan Zaman, Harus Bagaimana?

Islam di Tengah Era Kemajuan Zaman, Harus Bagaimana?

Islam di Tengah Era Kemajuan Zaman, Harus Bagaimana?

Islam di Tengah Era Kemajuan Zaman, Harus Bagaimana?

Islam di Tengah Era Kemajuan Zaman, Harus Bagaimana?

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya