0
Thumbs Up
Thumbs Down

Isolasi Mandiri Diperbolehkan, tapi Segera ke RS jika Alami Gejala Ini

okezone
okezone - Tue, 22 Jun 2021 13:41
Dilihat: 34
Isolasi Mandiri Diperbolehkan, tapi Segera ke RS jika Alami Gejala Ini

MELONJAKNYA kasus Covid-19 di Tanah Air membuat sebagian besar kamar rawat inap rumah sakit menjadi penuh. Alhasil masyarakat tanpa gejala yang positif Covid-19 diimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah untuk mengurangi jumlah kuota kamar rumah sakit yang tersedia saat ini.

Meski demikian, selama melakukan isolasi mandiri, seseorang wajib mengamai betul kondisi tubuhnya masing-masing. Sebab jika muncul beberapa gejala akibat infeksi Covid-19 seseorang harus bergegas menuju rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Dalam sesi jumpa pers usai melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan kriteria pasien yang perlu mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Pasien Covid-19 yang memiliki komorbid dan bergejala seperti sesak napas harus dirujuk ke rumah sakit yang telah ditetapkan pemerintah.

"Untuk yang diisolasi dan bergejala, khususnya dia ada komorbid, khususnya saturasinya di bawah 95 persen, khususnya sudah mulai sesak, itu dibawa ke rumah sakit," kata Menkes Budi.

Seperti dikutip Times of India, tak hanya penyintas komorbid saja yang harus mendapatkan perawatan. Namun ada dua indikator lain yang menunjukkan gejala berat dan mengharuskan seseorang dirujuk ke rumah sakit. Di antaranya adalah:

1. Demam yang menetap selama lebih dari 5 atau 6 hari

Meski demam selalu menjadi indikator klasik dari Covid-19, tingkat keparahan dan durasi demam bisa menandakan keparahan terkait kesehatan seseorang. Awalnya demam ringan yang disertai menggigil dan nyeri tubuh dikaitkan dengan Covid-19. Jika masalah tidak mereda atau tidak melihat demam turun setelah 5 hari, itu bisa menjadi indikator sesuatu yang serius, atau virus sangat menginfeksi jaringan sehat.

2. Kehilangan nafsu makan dan masalah pencernaan

Indikator lainnya yang menandakan seseorang membutuhkan perawatan intensif adalah kehilangan nafsu makan, kelelahan, dan mual. Semua tanda tersebut adalah tanda dari gangguan fungsi gastrointestinal. Gejala ini dianggap sebagai tanda penyebaran infeksi yang parah.


Makan lebih jarang, atau tidak makan dengan baik selama periode infeksi tak hanya menghambat pemulihan, tetapi juga memengaruhi metabolisme dan membuat berat badan Anda turun. Metabolisme dan nutrisi yang terganggu dapat mempersulit tubuh untuk mendukung pertumbuhan, penyembuhan, dan fungsi organ vital.

Sumber: okezone

Isolasi Mandiri Diperbolehkan, tapi Segera ke RS jika Alami Gejala Ini

Isolasi Mandiri Diperbolehkan, tapi Segera ke RS jika Alami Gejala Ini

Isolasi Mandiri Diperbolehkan, tapi Segera ke RS jika Alami Gejala Ini

Isolasi Mandiri Diperbolehkan, tapi Segera ke RS jika Alami Gejala Ini

Isolasi Mandiri Diperbolehkan, tapi Segera ke RS jika Alami Gejala Ini

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya